Budidaya Tanaman Berbasis Usaha Tani Konservasi Cegah Bencana Banjir di Areal Pertanian

PENYERAHAN bibit pohon jengkol dan alpukat yang akan ditanam di areal pertanian di Kecamatan Sukalarang. Foto: istimewa

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Sejumlah perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Sukabumi melakukan penanganan bencana banjir di Kecamatan Sukalarang. Upaya mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi tersebut dengan cara menanam bibit pohon dan pembuatan rorakan (parit resapan) di areal lahan pertanian.

Penanganan bencana banjir melibatkan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III Jawa Barat, Balai PSDA Wilayah Sungai Cisadea-Cibareno, KPLH Satgas Konservasi SDA, Forkopimcam Sukalarang, kepala Desa Sukalarang, kepala Desa Cimangkok, serta kepala Desa Titisan.

Kepala Bagian SDA Setda Kabupaten Sukabumi, Rasyad Muhara, ST, mengatakan lahan pertanian di Kecamatan Sukalarang memiliki tofografi (lereng) yang ditanami berbagai komoditas hortikultura. Namun, saat ini rata-rata petani belum melaksanakan budidaya tanaman berbasis usaha tani konservasi.

BACA JUGA   Innalillahi...Satu Korban Tertimbun Longsor Double Track Meninggal Dunia, 4 Lainnya Selamat

“Melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, kita sudah meminta para petani perorangan maupun kelompok tani (poktan) agar memerhatikan usaha tani konservasi untuk mencegah bencana alam. Misalnya, menanam tanaman keras di areal budidaya dan membuat parit resapan,” ujar Kabag SDA, seusai menggelar rapat koordinasi penanganan bencana banjir di Kecamatan Sukalarang, Jumat, 31 Mei 2024.

Dijelaskan, kegiatan penanaman pohon dan pembuatan parit resapan merupakan tindaklanjut imbauan dari satuan tugas penanganan banjir. Diharapkan, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi maupun Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sukalarang bisa mengimbau kepada para petani supaya membudidaya usaha tani mereka berbasis konservasi serta membuat parit resapan.

“Langkah ini sebagai upaya mengantisipasi kerawanan bencana banjir yang sering terjadi di areal pertanian, terutama di Kecamatan Sukalarang,” tegasnya.

BACA JUGA   Taksi Gelap Jadi Sasaran Operasi Gabungan di Perempatan Jalan Kiaradua-Simpenan

Terkait pencegahan bencana banjir, kata Rasyad, satu hektare lahan idealnya dibutuhkan sebanyak 150 buah parit resapan. Sedangkan sesuai kondisi ideal di lapangan, pembuatan parit resapan ditarget mencapai 3.750 buah.

“Sekarang di areal pertanian ini baru dibuat enam parit resapan. Untuk jangka pendek kita menargetkan 100 buah parit resapan,” sebutnya.

Di tempat sama, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Iman Surahman, menambahkan Dinas Pertanian sudah menyiapkan sekitar 300 bibit jengkol dan 100 bibit alpukat untuk ditanam di areal pertanian yang rawan bencana banjir.

“Kami sudah mengimbau kepada Poktan Mekartani, Poktan Cimangkok III, Poktan Bina Sejahtera agar secara bertahap membuat parit resapan di areal pertanian. Mudah-mudahan ke depan bencana banjir di Kecamatan Sukalarang yang diduga penyebabnya dari atas lereng lahan pertanian tidak terjadi lagi di kemudian hari,” pungkasnya. (adv)

BACA JUGA   Situ Habibie Lokasi Mancing Babarengan Sadulur Urang Lembur Bersama Bupati Sukabumi

Reporter: Asep Rachmat
Editor: Rian Munajat

Add New Playlist