DLH Kabupaten Sukabumi Survei Lokasi Pengolahan Emas Tanpa Merkuri di Kecamatan Simpenan

KEGIATAN paparan larangan penggunaan merkuri di aula kantor Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan. Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Tim gabungan terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR), Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Perumda Aneka Tambang dan Energi (ATE) Kabupaten Sukabumi, melakukan survei lapangan ke lokasi pengolahan emas di Kecamatan Simpenan.

Kegiatan survei lokasi pengolahan emas tanpa merkuri tersebut melibatkan jajaran pengurus DPC Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Sukabumi, perangkat Desa Kertajaya, serta perangkat Kecamatan Simpenan.

“Survei lapangan ini merupakan tindak lanjut dari temuan penggunaan merkuri. Sebab, merkuri memiliki daya rusak tinggi terhadap ekosistem lingkungan sekitar,” ujar Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kabupaten Sukabumi, Arli Harliana, di sela audiensi dengan para penambang rakyat di aula kantor Desa Kertajaya, Kamis, 24 November 2022.

Ditegaskan, pengolahan emas tanpa merkuri merupakan konsep ramah lingkungan yang berkelanjutan. Karena itu, pelestarian ekosistem lingkungan perlu dijaga oleh para pelaku pengolahan emas tambang rakyat.

“Persoalan lingkungan menjadi konsen tim DLH. Pengolahan emas di Kecamatan Simpenan salah satu fokus kami dalam melakukan pengawasan penggunaan merkuri. Kita akan cari alternatif lain sehingga pengolahan emas lebih ramah lingkungan,” terangnya.

Ketua DPC APRI Kabupaten Sukabumi, Dede Kusdinar, menegaskan, para penambang rakyat di Kecamatan Waluran, Lengkong, Ciemas, Simpenan, dan Jampangkulon, sepakat menolak penggunaan bahan kimia merkuri untuk pengolahan emas. Pasalnya, limbah merkuri dapat merusak ekosistem lingkungan dan juga berdampak terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.

“Kita sepakat wilayah pertambangan rakyat (WPR) di lima kecamatan harus bebas merkuri. Larangan penggunaan merkuri untuk pengolahan mineral emas sudah lama kami kampanyekan di lingkungan para penambang,” ujar Odink sapaan akrab Dede Kusdinar.

Odink mengajak para penambang rakyat di lima wilayah, terutama di Kecamatan Simpenan menjadi pelopor pengolahan emas ramah lingkungan tanpa menggunakan bahan kimia.

“Kami tidak membenarkan penggunaan merkuri. Menjaga lingkungan pertambangan tetap asri, lestari, dan bebas merkuri adalah tujuan kami bersama pemerintah,” tandasnya.

Seusai beraudiensi di kantor Desa Kertajaya, tim survei lapangan mendatangi lokasi pengolahan emas di Kampung Bojongde’et didampingi jajaran pengurus DPC APRI Kabupaten Sukabumi. Tim melakukan sidak ke sejumlah pengolahan emas untuk memastikan tidak adanya penggunaan merkuri. (adv)

Reporter:  Aponso
Editor:  Me’enk Herman