7 Rumah Warga di Desa Bantargadung Ambles Tergerus Pergerakan Tanah

PONDASI dan dinding rumah warga di Kampung Linggaresmi, Desa Bantargadung, mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Foto: Magnet Indonesia/Agris Suseno

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Bencana pergerakan tanah terjadi di Kampung Linggaresmi RT 05/04, Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Akibat insiden itu, sedikitnya tujuh unit rumah warga ambles tergerus pergerakan tanah. Amblesnya lantai dan pondasi rumah warga itu bersamaan intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Desa Bantargadung dan sekitarnya dalam kurun dua hari.

“Kejadian ini pada Minggu (21/2/2021) sore. Saat turun hujan, saya merasakan ada getaran di lantai rumah. Ketika dilihat keluar, pondasi rumah sudah ambles diduga akibat pergeseran tanah,” terang Cece (52), salah satu pemilik rumah yang ambles, kepada wartawan, Selasa (24/2/2021).

Keluarga Cece sempat berhamburan keluar rumah saat terjadi pergerakan tanah. Kondisi rumah Cece yang ambles hanya pada pondasi bagian belakang dengan kedalaman sekitar lebih kurang 3 meter.

“Rumah saya hanya ambles di bagian belakang saja. Kalau rumah milik tetangga, seluruh bangunannya nyaris ambles. Kerugian akibat kejadian ini saya taksir sekitar Rp30 juta,” sebutnya.

Saat ini Cece tetap nekat masih menempati rumahnya meski dalam kondisi ambles. Pertimbangannya ia tidak punya lahan lagi yang bisa ditempati untuk keluarganya. Bahkan ia berani mengambil risiko jika terjadi pergerakan tanah susulan.

“Saya tidak pindah, masih bertahan di rumah ini walaupun dihantui rasa was-was. Kalau hujan terus, paling tidak saya akan pindah ke rumah saudara. Saya berharap mudah-mudahan segera ada bantuan perbaikan rumah dari pemerintah,” ucapnya.

Fatonah, warga lainnya mengaku hampir seluruh bagian rumahnya rusak akibat bencana pergerakan tanah. Kerusakannya pada bagian lantai rumah ikut ambles, dinding mengalami retak, dan tiang-tiang penyangga rumah sudah miring.

“Kejadian ini bukan kali pertama. Tahun lalu juga pernah terjadi. Dulu rumah saya cukup besar, setelah diperbaiki ukurannya dikecilkan karena khawatir akan ada pergeseran tanah lagi. Tapi sekarang pergerakan tanahnya malah semakin parah,” keluhnya.

Seperti warga lainnya, Fatonah juga tidak beranjak mengungsi ke tempat lain meski diselimuti bayang-bayang kecemasan. Ia bertahan menempati rumahnya sejak terjadi pergerakan tanah yang disertai hujan secara terus menerus.

Reporter: Agris Suseno
Editor: D Mulyadi