Palabuhanratu Bakal Punya Alun-alun Menghadap Laut

BUPATI Sukabumi, Marwan Hamami (tengah) didampingi Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman (kiri), menghadiri acara FGD pembahasan rencana pembangunan alun-alun di Gado Bangkong Pantai Palabuhanratu, di Pendopo Sukabumi, Senin (11/11/2019). Foto: Ist

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Penataan kawasan Palabuhanratu terus dilakukan Pemkab Sukabumi. Satu di antaranya rencana pembangunan alun-alun di Pantai Teluk Palabuhanratu Gado Bangkong di Jalan Kidang Kencana, Kecamatan Palabuhanratu.

“Pembangunan alun-alun ini menjadi bagian penataan kawasan Palabuhanratu,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman, pada kegiatan Focus Group Discusion (FGD) yang dilaksanakan di Pendopo Sukabumi, Senin (11/11/2019).

Rencananya, alun-alun itu akan berdiri di atas lahan lebih kurang seluas 5.200 meter persegi. Desainnya berbentuk gelombang dengan pemandangan lepas ke arah laut.

(Baca Juga: Antisipasi Kekeringan, Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi Tingkatkan Frekuensi Penyiraman Taman)

“Konsepnya, akan dibangun spot selfie, air mancur, dan amphitheatre sebagai pelengkap alun-alun,” terang dia.

Dedi mengaku biaya pembangunan alun-alun tersebut merupakan bantuan dari Gubernur Jawa Barat. Dasar pertimbangannya menyinkronkan pengembangan smart city di setiap daerah.

“Penataan bangunannya lebih ideal dan estetis. Sekarang konsep pembangunan alun-alun itu sedang disusun konsultan,” ungkapnya.

(Baca Juga: Kabupaten Sukabumi Punya Perbup Penyerahan Aset Perumahan dari Pengembang kepada Pemerintah Daerah)

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menyambut baik rencana pembangunan alun-alun di tepi Pantai Palabuhanratu tersebut. Kendati demikian, hasil dari pembangunannya harus bisa dinikmati masyarakat luas, termasuk menjadi daya tarik wisata.

“Pada prinsipnya kami mendukung. Pembangunannya harus benar-benar matang. Sehingga hasil dari pembangunan nanti lebih maksimal dan bisa bermanfaat bagi masyarakat serta menambah keindahan Palabuhanratu,” jelas Marwan.

Ia menekankan konsep penataan alun-alun harus dibuat semenarik mungkin serta memenuhi unsur keindahan dan kenyamanan sebagai area publik.

(Baca Juga: Sip! Pembangunan Lapang Cangehgar Palabuhanratu Sudah Rampung)

“Konsep dan analisa pembangunan alun-alun ini perlu didiskusikan kembali dengan perangkat daerah terkait. Soalnya, setiap perencanaan fisik itu harus diukur dari sisi kemanfaatannya,” tegas dia.

Marwan meminta dinas teknis terkait mengecek status lahan yang akan dibangun alun-alun nanti. Sebelum ada pembangunan, terlebih dulu lakukan pembebasan lahan yang masih berstatus milik masyarakat setempat.

“Saya mendukung konsep pembangunan alun-alun ini. Tapi ada yang perlu kita pikirkan bersama yaitu masalah pembebasan lahan di area tersebut,” tandasnya. (adv)

Reporter:  Giri Trisna Martin
Editor:  Bardal