Sejumlah Desa di 10 Kecamatan Ikut Bursa Inovasi Desa Zona IV

BUPATI Sukabumi, Marwan Hamami, didampingi Kepala Dinas PMD, Thendy Hendrayana, dan kepala perangkat daerah lainnya melihat program inovasi dari masing-masing desa pada kegiatan Bursa Inocasi Desa (BID) zona IV, yang dipusatkan di Palagan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Rabu (18/9/2019). Foto: Ist

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Bursa Inovasi Desa merupakan ajang pertukaran inovasi serta media belajar bagi masyarakat dan pemerintah desa. Tujuannya untuk memperoleh referensi pendukung pembangunan desa sebagai program strategis percepatan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut mengacu kepada Undang-Undang Nomor 6/2014 tentang Desa,

Di Kabupaten Sukabumi, BID terbagi pada beberapa zona. Pada BID di Zona IV, kegiatannya dipusatkan di Palagan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Rabu (18/9/2019). Ada sejumlah desa di 10 kecamatan yang mengikutinya. Desa-desa tersebut berada di Kecamatan Bojonggenteng, Ciambar, Cibadak, Parungkuda, Nagrak, Cicurug, Cidahu, Parakansalak, Kabandungan, serta Kalapanunggal.

Baca JugaDinas PMD Kabupaten Sukabumi Gulirkan 3 Program Peningkatan Ekonomi Masyarakat Perdesaan

“Pembangunan desa berbasis potensi salah satu inovasi yang perlu dikembangkan sehingga akan berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, di sela membuka BID Zona IV.

Pada pemerintahan sekarang, kata Marwan, pembangunan di desa mendapat porsi lebih. Satu di antaranya dengan kucuran Dana Desa yang sedemikian besar. Anggaran tersebut harus dimanfaatkan maksimal agar desa berinovasi yang nantinya bisa memberikan multiflier efect dan solusi atas permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat perdesaan.

“Pengembangan potensi lokal itu perlu daya dukung serta partisipasi aktif masyarakat desa. Program-program inovasi desa itu juga harus dimasukan ke dalam musrenbang tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten,” imbuhnya.

Baca JugaRatusan CPNS di Kabupaten Sukabumi Ikuti Latsar ASBN

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana, menambahkan berbagai program digulirkan dengan harapan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa terus meningkat. Desa didorong terus tumbuh kembang dengan melaksanakan one vilage one product. Pilihan inovasi ideal salah satunya mendukung potensi unggulan di masing-masing desa.

“Prinsip one vilage one product itu perlu dibangun sinergis antarunsur pemerintahan desa. Sehingga, ada kebersamaan dalam perencanaan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa,” tandasnya.

Pada kesempatan itu Bupati Sukabumi menyerahkan 2 sertifikat BID kepada Kepala Desa Berekah Kecamatan Bojonggenteng dengan judul inovasi limbah kayu jadi karya seni, dan Kepala Desa/Kecamatan Parungkuda dengan judul inovasi peta tata ruang berbasis kearifan lokal Desa Parungkuda. (adv)

KontributorAsep D
EditorEddy Surya Wijaya