Keren! Ada Rafflesia Patma di Kawasan Geopark Ciletuh

KEPALA Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, D Budiman, memperlihatkan mekarnya bunga Rafflesia Patma di Pantai Pangumbahan yang merupakan kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. IST

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark memang memberikan banyak hal menyangkut kegeologian. Tak hanya sektor pariwisatanya saja, tapi juga keanekaragaman flora dan fauna.

“Di Pantai Pangumbahan, Ciracap, yang menjadi bagian dari kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, tumbuh Rafflesia Patma,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, D Budiman, kepada magnetindonesia.co, Selasa (3/7/2018).

Patma adalah spesies tanaman parasit dari genus Rafflesia. Tanaman ini pertama kali ditemukan di Kembangan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Nama ini berasal dari bahasa Jawa yaitu kata patma yang berarti tanaman.

Dari bentuknya, bunga ini memiliki keunikan yaitu mempunyai ukuran bunga yang berdiameter antara 25-30 cm dan terdapat duri-duri pada diktus. Kelopak bunga Rafflesia Patma berwarna jingga muda (salem) dan cenderung lebih pucat, keunikan inilah yang menjadi pembeda dari jenis Rafflesia lainnya.

“Inilah keunikan dari Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Jadi, konsep geopark itu menyangkut geodiversity, biosdiversity, dan culture diversity. Rafflesia Patma ini salah satu keunggulan biodiversity di Pantai Pangumbahan selain penyu hijau,” ujarnya.

Di tempat itu terdapat empat bunga Rafflesia Patma. Satu sudah mekar, sedangkan tiga lagi sedang dalam proses pemekaran. (adv)

ReporterBubun Paksi JD
EditorBardal