Duh! 10 Ha Lahan Sawah di Cibaregbeg Terancam Kekeringan

Ilustrasi sawah kekeringan. IST

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Sedikitnya 10 hektare areal sawah di Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, terancam kekeringan. Pasalnya, sejak beberapa waktu terakhir, debit air di wilayah tersebut terus berkurang menyusul tidak turunnya hujan.

“Ada beberapa titik di wilayah kami termasuk rawan kekeringan memasuki musim kemarau. Di antaranya berada di Kampung Cikole, Nyalindung, Nanggeleng,” kata Kepala Desa Cibaregbeg, Subuh Basarah, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (8/7/2018).

Saat ini para petani di wilayah itu baru memasuki musim tanam kedua. Kondisi saat ini cukup menyulitkan petani karena tidak adanya pasokan air bagi lahan persawahan mereka. Akibatnya, para petani dipastikan tidak akan menanam padi.

“Ya mau gimana lagi, setiap masuk musim kemarau pasti seperti ini,” ucapnya.

Untungnya, ujar dia, sebagian besar petani sudah memanen hasil. Sehingga kerugian para petani tidak terlalu besar karena belum menanam.

“Tapi kami antisipasi para petani untuk tanam padi pada musim berikutnya,” ucap dia.

Desa Cibaregbeg mendapatkan bantuan program air bersih dari pemerintah pusat. Distribusinya dialokasikan untuk empat kampung.

Sementara dari Dana Desa juga dialokasikan pemipaan dan pembuatan bak penampungan air bersih sebesar Rp25 juta. Namun pembangunannya baru kelar tiga bulan ke depan.

“Setelah pemipaan selesai, In Syaa Allah bisa mengairi dua kedusunan,” terangnya.

Dari beberapa wilayah di Desa Cibaregbeg, kata dia, terdapat sejumlah kampung yang terbilang parah dilanda kekeringan dan krisis air bersih. Saat ini sudah diajukan bantuan air bersih ke pemerintah pusat.

“Yang paling parah berada di Kampung Cikole. Kami sudah mengajukan lagi bantuan air bersih ke pusat, tapi belum terealisasi,” tandasnya.

KontributorM Najib
EditorBondan Prakoso