Partisipasi Pemilih pada Pilkades Serentak 2022 Meningkat, Bupati Sukabumi Apresiasi Penyelenggara

BUPATI Sukabumi Marwan Hamami didampingi Dandim 0622 Letkol Inf Anjar Ari Wibowo dan Kepala DPMD Gun Gun Gunardi memberikan keterangan pers seusai perhelatan pilkades serentak. Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Angka partisipasi masyarakat pemilih pada perhelatan pilkades serentak siklus II gelombang I tahun 2022 di Kabupaten Sukabumi meningkat signifikan. Partisipasi pemilih tahun ini mencapai 81,6 persen atau meningkat dibanding pelaksanaan pilkades serentak pada 2019 yang hanya mencapai 69 persen.

Peningkatan angka partisipasi masyarakat pada pilkades serentak 2022 mendapat apresiasi dari Bupati Sukabumi Marwan Hamami. Namun, peran penyelenggara pilkades juga patut diacungi jempol karena mampu menggerakkan masyarakat agar datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memberikan suaranya kepada calon kepala desa sesuai pilihannya masing-masing.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi pada pilkades serentak tahun ini. Partisipasi pemilih mencapai 81,6 persen atau naik 11,4 persen dibanding pilkades 2019,” ungkap Bupati Sukabumi Marwan Hamami, seusai acara halalbihalal di halaman kantor Setda di Palabuhanratu, Senin, 9 Mei 2022.

Selain partisipasi masyarakat meningkat, perhelatan pilkades serentak mulai dari proses tahapan hingga pencoblosan juga berjalan aman, lancar, dan kondusif. Kondisi itu tak terlepas berkat peran serta dan dukungan dari semua pihak yang terlibat pada penyelenggaraan pilkades.

“Kepala desa terpilih atau dinyatakan menang pilkades harus mempersiapkan diri mulai dari sekarang. Realisasikan program-program yang disampaikan kepada masyarakat saat kampanye setelah dilantik nanti. Terutama mengenai aspek pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi Gun Gun Gunardi menambahkan, pilkades serentak siklus II gelombang I tahun 2022 telah selesai dan menghasilkan calon kepala desa sesuai keinginan masyarakat di wilayahnya masing-masing. Termasuk, dalam penyelenggaraannya mulai dari proses tahapan hingga pemilihan berjalan kondusif.

“Setelah penetapan pemenang yang diumumkan panitia pelaksana, tahap selanjutnya tinggal menunggu pelantikan kepala desa. Namun, sebelum pelantikan harus sudah clear dari sengketa (gugatan) pilkades yang dilayangkan oleh calon yang kalah. Kami berharap seluruh calon yang kalah bisa legawa dan menerima kenyataan ini,” pungkasnya. (adv)

Reporter:  Nandi Tores
Editor:  Bardal