Legislator PKB di Senayan Fasilitasi Pembangunan Sanimas di Pesantren Gelar Cianjur

ANGGOTA Komisi V DPR, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, meninjau pembangunan sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas) di Pesantren Gelar Cianjur. Foto: Ist

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas). Program tersebut sudah berjalan di beberapa wilayah.

Satu di antaranya di Pesantren Gelar di Desa Peuteuy Condong Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur. Pembangunannya baru mulai diawali dengan groundbreaking, Jumat (26/6/2020) petang.

Program Sanimas di Pesantren Gelar bisa terealisasi berkat aspirasi dari anggota Komisi V DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. Pada peresmian pembangunannya, legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga turut hadir.

“Selain di Pesantren Gelar, program Sanimas ini ada juga di Kecamatan Leles,” kata Neng Eem.

Ia menuturkan, program Sanimas didasari masih terdapatnya masyarakat yang membangun mandi cuci dan kakus (MCK) tanpa memikirkan pembuangan limbah.

“Ada yang dibuang ke sungai ataupun ke selokan. Nah, karena ekosistem aliran sungai atau selokan ini tercemar, maka tidak ada kehidupan di aliran air tersebut,” jelas Eem.

Dengan adanya sanitasi yang baik, maka kata Eem, ke depan tidak terjadi lagi lingkungan masyarakat yang tercemar. Sebab, pada program Sanimas dibangun juga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang bisa menetralisasi limbah.

“Jadi, limbah dari MCK ini ditampung dan dikelola menggunakan IPAL. Sehingga kualitas airnya nanti kembali bersih dan bisa menjadi ekosistem bagi makhluk hidup,” tandasnya.

Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi Jawa Barat, Feriqo Asya Yogananta, mengatakan program Sanimas merupakan upaya pemerintah meningkatkan kesehatan masyarakat perkotaan dan perdesaan. Di Kabupaten Cianjur, program Sanimas diawali dengan pembangunan sanitasi di Pondok Pesantren Gelar.

“Harapannya, para santri di Pondok Pesantren Gelar bisa memanfaatkan sanitasi ini dengan baik. Sehingga ke depan lingkungan permukiman di Pesantren Gelar bisa lebih baik lagi,” terang Feriqo.

Biaya pembangunannya menelan anggaran sebesar Rp500 juta. Hampir 70 persen biayanya dialokasikan untuk pembangunan fisik dan sisanya 30 persen untuk padat karya berupa upah tenaga kerja. Nantinya, pengelolaan sanitasi diserahkan ke kelompok swadaya masyarakat (KSM) di lingkungan pesantren.

“Nanti, sanitasi ini tidak hanya untuk lingkungan pesantren saja, tapi juga bisa mencakup 75 SR (sambungan rumah) di lingkungan warga yang bisa memanfaatkan program Sanimas,” tandasnya.

Kontributor: Ruslan Ependi
Editor: Hafiz Nurachman