Setahun Buron, Pelaku Pembunuhan ‘Kekasih Gelap’ Ditangkap Satreskrim Polres Cianjur

REKONSTRUKSI kasus pembunuhan setahun lalu yang berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Cianjur. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – MR alias Eka tega menghabisi nyawa kekasihnya, Sri Wulandari, sekitar 2019 lalu. Pelaku menjadi buronan hampir setahun hingga akhirnya berhasil diciduk jajaran Satreskrim Polres Cianjur pada April 2020.

Berdasarkan informasi, aksi sadis tersangka dilakukan pada 18 Juli 2019 lalu. Sebelum kejadian, pelaku menjemput korban di SPBU Bojong Kecamatan Karangtengah.

Kemudian korban dibawa ke kantor tempat pelaku bekerja. Di halaman belakang kantor, korban meminta sejumlah uang kepada pelaku namun tidak diberi.

Korban marah dan mengancam akan memberitahukan hubungan gelap mereka ke istri pelaku. Ancaman itu membuat pelaku emosi.

Pelaku gelap mata hingga mendorong korban sampai terjatuh. Kemudian pelaku membekap mulut dan mencekik lehernya hingga meninggal dunia.

Untuk menghilangkan jejak, tersangka MR dibantu temannya MD lalu membuang mayat korban di Jembatan Citarum. Kedua pelaku melarikan diri ke Bali. Namun jajaran Polres Cianjur berhasil menangkap mereka saat kembali ke Cianjur pada April 2020. Pelaku juga diduga mengambil barang milik korban seperti uang sebesar Rp2 juta beserta telepon selulernya. Jasad korban sendiri ditemukan di aliran Sungai Citarum pada 18 Juli 2019.

Satreskrim pun menggelar reka ulang kejadian. Ada 33 adegan yang diperagakan tersangka dengan korban pengganti.

“Rekonstruksi untuk mendapatkan gambaran jelas tentang terjadinya tindak pidana pembunuhan ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Niki Ramdhany.

Selain itu, rekontruksi sekaligus untuk menguji kesesuaian keterangan tersangka sehingga dapat diketahui benar atau tidak. Demikian juga dapat diketahui bagaimana cara tersangka melakukan aksi pembunuhan tersebut.

Hasil reka ulang sesuai dengan keterangan pelaku pada BAP. Motifnya lebih karena persoalan keuangan. Pelaku dan korban diketahui memiliki hubungan gelap karena pelaku sudah beristri.

“Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” tandasnya.

Reporter: Ruslan Ependi
Editor: Hafiz Nurachman