Sertifikat Diagunkan Developer, Puluhan Warga Perumahan Bukit Cianjur Residence ‘Di Ujung Tanduk’

WIDHI Sasongko memperlihatkan bukti laporan polisi terhadap pihak terlapor yakni Dirut PT Bumi Convexindo berinisial RSS. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Warga perumahan Bukit Cianjur Residence di Kampung Cijeblog, Desa Peuteuy Condong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, diliputi kecemasan. Penyebabnya, rumah mereka yang sekarang ditempati terancam dilelang pihak bank.

Kondisi itu terjadi lantaran Direktur Utama PT Bumi Convexindo berinisal RSS diduga mengagunkan sertifikat warga kepada pihak perbankan untuk mendapatkan kredit. Namun, sampai saat ini utang pinjaman RSS kepada pihak perbankan belum kunjung dilunasi. Akibatnya, jika hingga jatuh tempo belum ada pelunasan kredit yang kabarnya mencapai hampir Rp19 miliar, maka pihak perbankan akan melelangkan semua rumah yang sertifikatnya diagunkan.

Berbagai upaya telah ditempuh warga untuk mendapatkan legalitas formal berupa sertifikat rumah mereka yang sudah dibeli secara tunai. Bahkan, warga pun melaporkan RSS ke pihak kepolisian dengan aduan dugaan penipuan.

“Waktu itu kami hanya diberi PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) oleh pihak pengembang. Untuk sertifikatnya sendiri hanya dijanji-janjikan saja. Sampai sekarang sudah hampir lima tahun, tapi kami belum memiliki sertifikat. Padahal kami beli cash,” kata Widhi Sasongko, salah seorang warga Perumahan Bukit Cianjur Residence, Kamis (12/3/2020).

Widhi mengaku pihak pengembang terkesan seperti mempersulit warga mendapatkan sertifikat. Kecurigaan warga pun muncul. Mereka mulai menelusuri alasan tidak adanya itikad baik dari pihak pengembang memberikan sertifikat kepada warga yang sudah membeli rumah secara tunai.

“Ternyata, setelah kami telusuri, sertifikat warga yang sudah membeli cash di Bukit Cianjur Residence ini diagunkan oleh pihak pengembang ke Bank BTN,” beber Widhi.

Hasil pendataan, terdapat sebanyak 64 orang warga membeli secara tunai. Sisanya, pembelian dilakukan secara kredit.

Hasil konfirmasi ke pihak bank yang dilakukan warga, lanjut Widhi, saat ini pinjaman akan jatuh tempo. Sesuai dengan surat perjanjian antara pihak bank dengan pengembang, apabila tak terpenuhi kewajiban saat jatuh tempo, maka objek yang menjadi agunan bakal dilelangkan.

“Tentu kami was-was dengan kondisi sekarang. Bisa jadi kami yang sudah membeli cash rumah ini posisinya terancam dilelang,” ucapnya.

Widhi dan warga lainnya yang merasa tertipu dengan ulah RSS sudah hilang kesabaran. Karena itu, warga pun sepakat melaporkan RSS ke pihak kepolisian.

“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan di pihak kepolisian. Kami sebagai saksi korban sudah dimintai keterangan,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Niki Ramadhany mengaku masih mendalami kasus tersebut. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

“Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan. Termasuk meminta keterangan saksi korban. Kasus ini jadi atensi kami,” terang Niki.

Kontributor: Ruslan Ependi
Editor: Hafiz Nurachman