Milenial Didorong Jadi Garda Terdepan Tangkal Radikalisme di Indonesia

PESERTA seminar dengan tema 'Pengawalan Kebijakan Pemerintah dalam Memerangi Radikalisme' berfoto bersama usai kegiatan. Foto: Ist

JAKARTA | MAGNETINDONESIA.CO – Radikalisme saat ini cukup mencuat. Radikalisme menjadi ancaman nyata bagi Indonesia.

“Generasi muda atau disebut milenial, harus bisa menjadi garda terdepan menangkal radikalisme,” tegas Pengamat Radikalisme dan Terorisme UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rizka Nurul Amanah, saat seminar dengan tema ‘Pengawalan Kebijakan Pemerintah dalam Memerangi Radikalisme’ yang diselenggarakan Dema FISIP UIN Syarif Hidayahtullah Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Berdasarkan data yang ada hingga Oktober tahun ini, sebagian besar pelaku kekerasan adalah kalangan milenial sebesar 55 persen. Sedangkan kaum perempuan sebesar 16 persen.

(Baca Juga: PW Muhammadiyah Jabar: Radikalisme Muncul Akibat Ekonomi Sosial dan Ketidakadilan)

Ini artinya, kata Rizka, milenial memiliki andil penting untuk mewujudkan Indonesia damai. Kalangan milenial harus mengetahui dulu tentang radikalisme agar tidak tersesat.

Gejala yang perlu diantisipasi saat ini adalah penguatan sentimen agama karena bias di media sosial. Dengan begitu, generasi milenial memiliki peran penting dalam menangkal radikalisme mengingat mereka melek teknologi dan medsos.

“Kalangan milenial paling mengerti medsos. Di sisi lain, banyak pengaruh radikalisme yang ditularkan melalui medsos,” tutur alumni UIN itu.

(Baca Juga: Badan Kesbangpol Ajak Masyarakat Tak Terpengaruh Terorisme, Radikalisme, dan Separatisme)

Selain itu, Rizka mengatakan kelompok radikal saat ini masuk lewat CPNS karena mereka ingin menguasai birokrasi. Bagi Rizka, deradikalisasi bukan menjadi solusi melawan radikalisme di tengah masyarakat.

“Berdasarkan tahapan jihadisasi yaitu fundamental, radikal, ekstrimisme, teror dan aksi. Upaya deradikalisasi baru menyentuh sampai tahap radikal sehingga belum tuntas hingga menyentuh tahap aksi,” ungkap Rizka.

(Baca Juga: Radikalisme dan Hoaks Jadi Bahasan FGD Polres Sukabumi)

Perlu adanya upaya yang lebih dari deradikalisasi dengan menambahkan pendekatan persuasif terhadap seseorang yang diindikasikan terpapar radikalisme sehingga jangan sampai sudah terpapar. Dalam konteks ini kaum milenial harus peduli terhadap lingkungannya. Mereka harus ada sehingga teman-temannya tidak terkontaminasi dengan paham radikalisme.

“Hal tersebut bisa menjadi salah satu solusi pencegahan yang perlu ditumbuhkembangkan di kalangan milenial,” tutup Rizka.

Kontributor:  Yana Suryana
Editor:  Eddy Surya Wijaya