Hore! Ciletuh-Palabuhanratu Geopark Festival ke-4 Siap Digelar

RAPAT sosialisasi penyelenggaraan event Ciletuh-Palabuhanratu Geopark Festival (CGF) ke-4 yang dgelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, di aula Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Jumat (20/7/2018). Magnet Indonesia Online/Bubun Paksi JD

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Event Ciletuh-Palabuhanratu Geopark Festival (CGF) ke-4 bakal segera digelar. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat menggelar rapat sosialisasi penyelenggaraannya. Turut hadir instansi berkompeten serta pegiat pariwisata dan budaya.

“Rencananya CGF ke-4 akan digelar 12-14 Oktober 2018,” kata Kepala Seksi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Disparbud Provinsi Jabar, Romlah, usai menggelar rapat di aula Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Jumat (20/7/2018).

Pra-event CGF nanti akan dihelat bertepatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-148 pada 10 September 2018 mendatang. Termasuk akan digelar pula berbagai lomba seperti menggambar untuk anak-anak dan lainnya.

“Kami masih punya waktu untuk mematangkan persiapan event ini,” jelasnya.

Menurut Romlah, pembukaan CGF akan mengambil lokasi di Kasepuhan Sinarresmi, Kecamatan Cisolok pada 12 Oktober mendatang. Sedangkan kegiatan di hari kedua dan ketiga dipusatkan di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas.

“Dalam event nanti kami undang dua geopark internasional yaitu Rumania dan Malaysia,” sebut dia.

Selain geopark internasional, akan diundang juga tiga geopark Indonesia yang sudah berstatus UNESCO Global Geopark. Di antaranya Batur UGG, Gunung Sewu UGG, dan Rinjani-Lombok UGG. Tujuh geopark nasional lainnya yang turut diundang yaitu Merangin Jambi, Kaldera Toba, Belitung, Maros Pangkep, Raja Ampat, Bojonegoro, dan Tambora. Termasuk Pangandaran dan Pongkor di daerah Jabar yang masuk daftar calon geopark.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Edi Kusmara, menambahkan event tahunan ini merupakan ajang promosi pariwisata Kabupaten Sukabumi yang diprakarsai Disparbud Provinsi Jabar.

“Kami hanya sebagai pendukung pelaksanaan CGF ini. Karena itu, dalam pelaksanaannya harus mendapat perhatian masyarakat maupun stakeholder pariwisata supaya sukses dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya,” harapnya.

Sekadar diketahui, gelaran CGF ke-4 akan diwarnai berbagai kegiatan antara lain Geo-Culture meliputi musik, upacara adat, tari, wayang, dongeng, dan ngabungbang. Kemudian Geo-Experience meliputi geostay, geoculinaire, geotrans, geoproduct, pameran, dan pelestarian. Terakhir Geo-Adventure meliputi geotouring, geocamp, geoclimb, georiver tubbing, geotrack dan geotrack kids, geotrail run, serta geobike. (adv)

Reporter:  Bubun Paksi JD
Editor:  Eddy Surya Wijaya