Harga Daging Ayam Kok Naik Terus Setelah Lebaran?

PEDAGANG daging ayam sedang membereskan komoditas barang jualan mereka. IST

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Harga daging ayam di sejumlah pasar di Kabupaten Cianjur melonjak dalam kurun waktu satu pekan terakhir. Satu di antara penyebabnya kemungkinan dipicu penaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasca-Lebaran, harga daging ayam di kisaran Rp35 ribu per kg. Namun sejak sepekan terakhir harganya sudah mencapai Rp40 ribu per kg.

“Ya, sudah hampir satu minggu harga daging ayam potong di Pasar Cibeber mencapai Rp40 ribu per kilogram. Padahal Idul Adha masih lama,” ujar Susanti (28), ibu rumah tangga warga Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Rabu (11/7/2018).

Biasanya, harga daging ayam potong mengalami penaikan jika menjelang hari raya atau musim hari besar Islam. Tapi sekarang kondisinya malah sebaliknya.

“Kalau memang penyebabnya dari pasokan langka, saya kira tak mungkin. Soalnya di lapak pedagang masih tersedia,” tandasnya.

Didah (33), pedagang daging ayam di Pasar Cipanas, mengaku sepekan setelah Lebaran, harga daging ayam masih di kisaran Rp35 ribu-Rp37 ribu per kilogram. Namun sejak awal bulan ini harganya terus naik.

“Saya tidak tahu pasti penyebabnya,” kata dia.

Sekretaris Asosiasi Pedagang Daging Domba Ayam dan Sapi (Appdas) Kabupaten Cianjur, Rudi Lazuardi, menilai, penaikan harga daging ayam dalam sepekan terakhir dipicu naiknya harga BBM dan tarif dasar listrik.

“Naiknya harga daging ayam banyak dikeluhkan konsumen. Pendapatan pedagang juga turun,” sebutnya.

KontributorM Najib
EditorBondan Prakoso