“Hasil panen padi metode PM-AAS di Kecamatan Palabuhanratu dan Waluran bisa tembus 11,2 ton per hektare. Makanya, metode ini akan diterapkan di Sukabumi,” terangnya.
SL penerapan tanam padi PM-AAS sendiri direncanakan tersebar di 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Namun, pembukaan SL di tiap kecamatan tersebut akan dilakukan secara bertahap bersamaan panen dan perluasan pertanaman.
“Pekan depan, SL sudah dimulai. Kami mohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan demi perwujudan swasembada pangan di Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin menambahkan, SL menjadi sebuah metodelogi pembelajaran dengan mengajak para petani belajar bersama dalam peningkatan produksi. Terlebih, metode PM-AAS ini pola tanamnya berbeda dengan komoditi lainnya.
“Peluncuran SL memberikan semangat bagi seluruh petani. Pola ini dilakukan supaya bisa survive hasil produksi di atas 10 ton per hektare,” pungkasnya. (adv)
Reporter:Â Jey Sidik
Editor:Â Rian Munajat










