Kementerian Pertanian Luncurkan Sekolah Lapang Penerapan Tanam Padi PM-AAS

WABUP Sukabumi Andreas dan Kadistan menghadiri peluncuran SL penerapan tanam padi PM-AAS di Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat. Foto: Istimewa

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kabupaten Sukabumi telah mengembangkan penerapan tanam padi dengan metode Pertanian Modern-Advance Agriculture System (PM-AAS). Pengembangan produktivitas dan inovasi ini beririsan dengan visi misi Kabupaten Sukabumi dalam pembangunan agroindustri di sektor pertanian.

Alhasil, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian didukung Pemerintah Kabupaten Sukabumi meluncurkan Sekolah Lapang (SL) penerapan tanam padi PM-AAS. Peluncuran SL dipusatkan di Kampung Cijambe Girang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat. Turut hadir Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin, serta jajaran PPVTPP.

“SL fokus dalam pengembangan produksi dan inovasi pertanian. Sehingga petani di Kabupaten Sukabumi harus lebih sejahtera dan semakin banyak yang menjadi petani,” ujar Wakil Bupati Sukabumi Andreas di sela menghadiri peluncuran SL penerapan tanam padi PM-AAS, Jumat, 30 Oktober 2026.

BACA JUGA   Pembangunan Lapang Cangehgar Palabuhanratu Berlanjut

Ia berharap kesejahteraan petani semakin terbuka lebar melalui metode tersebut. Apalagi, metode ini bisa memproduksi padi hingga 10 ton per hektare. Dengan begitu, pemerintah daerah mendukung langkah Kementerian Pertanian yang menginisiasi penerapan inovasi teknologi pertanian di Kabupaten Sukabumi.

“Kami tentunya mendukung kehadiran SL penerapan tanam padi PM-AAS di Kabupaten Sukabumi. Implikasinya hasil panen padi semakin melimpah dan petani bisa lebih sejahtera,” ungkapnya.

Ketua Kelompok Substansi PPVTPP Nani Suwarni mengatakan, metode penerapan tanam padi PM-AAS sudah dibuktikan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Bahkan hasilnya mencapai 11,2 ton per hektare dari target produktivitas 10 ton per hektare.

Add New Playlist