“Lebih baik aspirasi disampaikan langsung di Jakarta. Langkah ini untuk menjaga situasi kamtibmas di Sukabumi tetap aman dan terkendali. Tak lupa kami mengingatkan peserta aksi yang berangkat 3.000 orang, pulangnya harus jumlah sama. Jangan sampai ada masalah di jalan,” kata Saiman.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengatakan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas para buruh. Alhasil, pihak kepolisian ingin memastikan seluruh peserta aksi berangkat dan kembali ke Sukabumi dalam keadaan selamat serta lengkap.
“Pesan saya, jaga keselamatan dan kesehatan para buruh saat mengikuti aksi nanti. Jangan mudah terprovokasi oleh rombongan peserta aksi lainnya untuk melakukan anarkis,” tegasnya.
Di sisi lain, kondisi hubungan industrial di Kabupaten Sukabumi dinilai cukup kondusif. Kurun dua tahun terakhir, aksi buruh berlangsung damai dan komunikatif. Bahkan, kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) yang kini menyentuh kisaran Rp3,8 juta menjadi indikator meningkatnya kesejahteraan pekerja. (adv)
Reporter:Â Nugraha
Editor:Â Rian Munajat












