2 Orang Tewas Setelah Tenggak Minuman dalam Kemasan yang Diduga Sudah Dicampur Sianida

REKONSTRUKSI pembunuhan berencana yang menewaskan dua orang korban di salah satu rumah tersangka. Foto: Magnet Indonesia/Iqbal

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – A, DAS, dan AR berhasil ditangkap jajaran Polres Sukabumi Kota tanpa ada perlawanan. Ketiganya merupakan tersangka dugaan pembunuhan berencana terhadap dua orang korban yang berinisial EN dan AN. Korban yang berasal dari Jakarta dan Jawa Tengah itu tewas setelah menenggak minuman dalam kemasan botol diduga telah dicampur dengan zat cairan yang mengandung racun oleh para tersangka.

Kasus pembunuhan berencana yang menewaskan dua orang itu terjadi pada 8 Juni 2022 lalu. Kasusnya baru dilaporkan pada 23 Juni 2022 dan langsung dilakukan penyelidikan. Kejadian bermula saat kedua korban mendatangi kediaman salah seorang tersangka bernisial DAS dengan maksud ingin menggandakan harta miliknya. Keduanya kemudian dibawa ke rumah tersangka lainnya yang berinisal A untuk melakukan ritual.

Saat kedua korban sudah berada di rumah yang dituju, tapi sama sekali tidak melakukan aktivitas ritual. Tersangka A hanya menyediakan air mineral yang diduga sudah dicampur dengan cairan sianida tanpa sepengetahuan para korban. Selanjutnya kedua korban dibawa ke rumah tersangka AR yang mengaku sebagai ustaz sekaligus bisa menggandakan uang secara gaib dan mengobati berbagai penyakit. Di sela ritual, minuman yang sudah dicampur sianida itu diberikan kepada korban oleh tersangka DAS.

“Di saat melaksanakan ritual, air mineral yang diberikan kepada korban mulai bereaksi. Kedua korban mengalami kesakitan pada bagian organ tubuh dalam dan keesokan harinya meninggal dunia,” ujar Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Yanto Sudiarto, di sela rekonstruksi pembunuhan berencana di salah satu rumah tersangka di Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Kamis 22 September 2022.

Terdapat 55 adegan rekonstruksi yang diperankan oleh ketiga tersangka. Rekonstruksi menghadirkan beberapa saksi dan tim Inafis serta Dokpol. Sebelum reka adegan, Satreskrim Polres Sukabumi Kota sudah melakukan autopsi terhadap kedua korban di Jawa Tengah. Hasil autopsi menyimpulkan ada cairan yang mengandung zat beracun ditemukan di dalam tubuh korban.

“Hasil reka adegan diketahui masing-masing dari tersangka memiliki tugas yang berbeda. Tersangka DAS berperan sebagai pencari pasien atau calon korban. Sedangkan tersangka A dan AR sebagai ustaz yang melakukan ritual,” ungkap Yanto.

Ia menjelaskan, antara pelaku dengan korban saling mengenal. Sebab, salah satu tersangka ada yang berasal dari Cilacap Jawa Tengah. Sehingga, korban nekat bertandang ke Kota Sukabumi untuk menggandakan uang. Sementara dua orang tersangka lainnya merupakan warga Sukabumi.

“Ketiga tersangka dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 340, Pasal 338, Pasal 353 ayat 1 dan ayat 2, serta Pasal 378 KUHPidana,” pungkasnya.

Reporter:  Iqbal S Achmad
Editor:  Bardal