Jajaran Polres Sukabumi Kota Ringkus 3 Pelaku Pembacokan yang Mengakibatkan Korban Tewas

TIGA pelaku pembacokan hingga korbannya tewas diperlihatkan kepada wartawan di halaman Mako Polres Sukabumi Kota. Foto: Magnet Indonesia/Iqbal

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Tiga tersangka pembacokan terhadap Egi Anugrah Putra (30), warga Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, akhirnya diringkus polisi. DS (25), AF (22), dan ISB (25), ditangkap jajaran Polres Sukabumi Kota di tempat persembunyiannya di Kampung Bihbul, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 7 Mei 2022.

Ketiga pelaku pembacokan itu merupakan anggota salah satu geng motor di Kota Sukabumi. Egi tewas setelah sekujur tubuhnya dibacok oleh kawanan anggota geng motor di Kampung Ciandam, Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, pada Kamis, 28 April 20220, sekitar pukul 03.30 WIB.

“Aksi keji ini dilakukan para pelaku diduga saat di bawah pengaruh minuman keras. Korban dilaporkan meninggal dunia karena mengalami pendarahan cukup hebat akibat luka bacok di bagian kepala sebelah kanan, ketiak sebelah kiri, dan tangan sebelah kiri. Pelaku dan korban sama-sama mengendarai sepeda motor,” ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy Zainal Abidin, saat jumpa pers, Selasa, 10 Mei 2022.

Ia menjelaskan, kejadian berawal saat Egi yang dibonceng temannya menggunakan sepeda motor hendak menuju ke salah satu mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Kompleks Puri Cibeureum. Namun sebelum sampai ke tujuan, korban tak sengaja berpapasan dengan ketiga pelaku yang diduga dalam keadaan sedang mabuk minuman keras.

Setelah berpapasan, sambung Zainal, sepeda motor yang ditumpangi Egi mendadak berhenti. Saat itu juga teman korban mengeluarkan kata-kata ‘anggota geng motor’, kemudian didengar oleh para pelaku. Kemudian para pelaku memutarbalikan sepeda motornya lalu mengejar korban beserta temannya. Saat sudah terpojok, para pelaku langsung melayangkan senjata tajam ke tubuh korban secara membabi buta. Sementara temannya meninggalkan korban seorang diri menggunakan sepeda motor.

“Salah satu pelaku pembacokan yang berisinial ISB merupakan residivis kambuhan pada kasus sama,” ungkap Zainal.

Selain ketiga pelaku, polisi juga telah mengamankan berbagai barang bukti untuk melancarkan aksi kriminalitasnya terhadap korban. Di antaranya 1 bilah senjata tajam jenis celurit, 1 bilah senjata tajam jenis corbek, dan 1 unit sepeda motor merk Honda Beat warna hitam bernomor polisi F 4471 SAB.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman pidana maksimal selama 15 tahun penjara, Pasal 170 ayat 2 butir ke-3 terkait penganiayaan maupun pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia hukumannya maksimal 12 tahun penjara, Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat terkait kepemilikan senjata tajam diganjar hukuman maksimal 10 tahun penjara, serta Pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan diancam kurungan badan maksimal 7 tahun penjara.

“Kami terapkan pasal berlapis kepada para pelaku penganiayaan ini,” pungkasnya.

Reporter:  Iqbal S Achmad
Editor:  Bardal