Motor CB Klasik yang Dibawa Kabur Calon Pembeli, Akhirnya Dikembalikan Lagi ke Pemiliknya

MOTOR Honda CB yang sempat dibawa kabur pembeli sudah dikembalikan lagi ke pemiliknya. Foto: Magnet Indonesia/Agris Suseno

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Motor Honda CB klasik yang sempat dibawa kabur calon pembeli, akhirnya dikembalikan lagi kepada sang pemiliknya. Bayu, calon pembeli itu langsung menghilang bak ditelan bumi saat test drive sebelum melakukan transaksi jual beli motor di Jembatan Cidadap, Kampung Bojongkopo, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (13/7/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.

Sang pemilik motor klasik, Miki (26), warga Kampung Jaipong, Desa/Kecamatan Cikakak, Kecamatan Cikakak, akhirnya semringah karena motor kesayangannya itu bisa kembali lagi setelah dibawa kabur oleh calon pembelinya.

“Motor anggota komunitas kami dikembalikan sekitar pukul 20.00 WIB dalam kondisi masih lengkap. Motor diantarkan pelaku (calon pembeli) ke sekretariat komunitas di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan,” ujar Ketua Komunitas Classic Bikers Palabuhanratu, Abdul Azis, Rabu (14/7/2021) malam.

Menurut Azis, pelaku mengaku bersalah telah mengelabui penjual dengan membawa kabur motornya saat melakukan test drive. Akibat perbuatannya itu pelaku juga mendapat banyak tekanan dari rekan-rekannya, sehingga beritikad baik ingin mengembalikan motor kepada pemiliknya.

“Kejadian motor CB hilang dibawa kabur pembeli ini sempat kami posting di media sosial. Pelaku memang melihat postingan itu dan langsung syok,” terangnya.

Azis mengaku awalnya pelaku dugaan kasus penggelapan motor anggota komunitas ini akan dibawa ke ranah hukum untuk diproses lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Namun dengan alasan kemanusiaan, akhirnya menempuh jalur musyawarah dan damai.

“Seluruh anggota komunitas kami sepakat kasus ini dibawa secara kekeluargaan. Soalnya, pelaku punya niat baik mengembalikan motor. Pelaku kami serahkan kepada orang tuanya untuk dibimbing agar tidak mengulangi lagi perbuatannya di kemudian hari,” jelasnya.

Azis mengimbau kepada penjual barang-barang elektronik, pakaian, otomotif, dan lain sebagainya melalui media sosial dengan cara Cash On Delivery (COD) harus lebih berhati-hati.

“Kenali dulu calon pembeli jika ngajak kopdar (kopi darat). Kejadian yang dialami anggota komunitas kami bisa dijadikan pelajaran bagi penjual online,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bayu, warga Kampung Ciranji, Kiaradua, Kecamatan Simpenan, berminat membeli motor Honda CB klasik yang dijual pemiliknya melalui media sosial. Pelaku dan pemilik motor pun sepakat membuat janji untuk bertemu di Jembatan Cidadap, Kampung Bojongkopo, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.

Namun sebelum melakukan transaksi jual beli, si pelaku berniat mencoba motor itu dengan dalih ingin mengetahui kondisi mesin saat dikendarai. Setelah ditunggu sekitar 10 menit, motor dan pelaku tak kunjung kembali lagi ke lokasi awal pertemuan. Pelaku membawa kabur motor yang hendak dibelinya itu menuju ke arah Cidadap dari Bojongkopo.

Reporter:  Agris Suseno
Editor:  Bardal