Waduh! Banjir Rob 3 Meter Rendam Peralatan Pengolahan Ikan Asin di Palabuhanratu

BANJIR rob terjang permukiman warga dan lokasi pengolahan ikan asin di Kampung Rawakalong, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu. Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Banjir rob menerjang pesisir Pantai Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Senin (27/7/2020) sekitar pukul 22.00 WIB. Air yang melimpas pun merendam tempat pengolahan ikan asin dan rumah warga di Kampung Rawakalong RT 01/32, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu.

“Kami tak menyangka bakal ada kejadian banjir rob,” kata Agus Sopandi, pengolah ikan asin Mekar Mandiri, Selasa (28/7/2020).

Agus mengaku, sejumlah peralatan pengolahan ikan asin dan perlengkapan rumah tangga miliknya ikut terendam air. Pasalnya, ketinggian air saat banjir rob mencapai 3-4 meter. Hingga Selasa (28/7/2020) pagi kondisi air laut masih terlihat tinggi, tapi tidak naik ke Pantai Rawakalong.

“Peralatan pengolahan ikan asin dan perabotan rumah tangga ikut terendam,” jelasnya.

Agus menuturkan, air mulai surut di permukiman warga dan Pantai Rawakalong pada Selasa (28/7/2020) sekitar pukul 02.00 WIB dinihari. Namun kondisi air laut relatif masih tinggi walaupun sudah mulai surut.

“Semua peralatan pengolahan ikan asin milik Kelompok Mekar Mandiri rusak terendam banjir rob. Kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta,” sebut Agus.

Banjir rob terjadi lantaran Pantai Rawakalong mengalami abrasi hingga air laut naik ke permukiman warga dan tempat pengolahan ikan asin.

Selain peralatan pengolahan ikan asin, kata Agus, seperti jemuran ikan terbuat dari bambu, fiber, serta hasil olahan ikan asin kering seberat 3 kuintal pun ikut terendam.

“Sepengetahuan saya, banjir rob ini siklus 5 tahunan. Baru tahun ini terjadi lagi di Kampung Rawakalong. Kami sudah laporkan kejadian ini ke aparatur Kelurahan Palabuhanratu serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

Kontributor: Bubun Paksi JD
Editor: Bardal