Polres Cianjur Giatkan Operasi Pekat Lodaya 2020

Polres Cianjur memberikan bantuan sembako. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Jajaran Satreskrim Polres Cianjur mengamankan 10 orang diduga preman yang bisa mengganggu kamtibmas di wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (9/5/2020). Tindakan itu merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Pekat Lodaya 2020.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, menjelaskan Operasi Pekat Lodaya merupakan upaya memelihara situasi kamtibmas. Mereka yang terjaring razia di antaranya para tukang parkir ilegal dan pak ogah.

“Ini untuk menjaga kondusivitas wilayah agar masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” jelas Juang.

Mereka yang terjaring razia selanjutnya diperiksa dan didata. Namun hasil pemeriksaan tak ditemukan adanya pelanggaran maupun tindak pidana.

“Jadi, kami hanya memberikan pembinaan. Mereka juga kami beri paket sembako dan dipulangkan lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Polres Cianjur beserta TNI dan Pemkab Cianjur laksanakan Operasi Pekat Cipta Kondisi dengan melakukan pengecekan ke tempat hiburan malam (THM), Sabtu (9/5/2020), dengan target antisipasi gangguan kamtibmas saat pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Enam orang berhasil diamankan dalam operasi gabungan ini.

Operasi dibagi dua tim. Tim pertama bergerak di wilayah timur meliputi Kecamatan Karangtengah, Sukaluyu, Ciranjang, Bojongpicung, dan Haurwangi. Sedangkan tim kedua dipimpin Wakapolres Cianjur Kompol Hilman dengan rute wilayah Kota Cianjur.

Tim gabungan mendapati tempat karaoke rumahan yang beroperasi. Di tempat tersebut diamankan 6 orang terdiri dari 2 orang anak pemilik tempat karaoke dan 4 orang yang diduga pemandu lagu.

“Turut diamankan pula sejumlah minuman beralkohol,” tambah Juang.

Kontributor: Ruslan Ependi
Editor: Muhammad Raya