Juni Diprediksi Kemarau, Distan Kabupaten Sukabumi Percepat Olah Tanah dan Tanam Padi

PETANI sedang menanam benih padi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Dok Foto

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melakukan gerakan percepatan olah tanah dan tanam padi. Sampai saat ini, gerakan tersebut terus dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

“Tugas kami menyediakan ketersedian pangan bagi masyarakat. Maka itu, kita lakukan percepatan olah tanah dan tanam di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. Sebab, diprediksi pada Juni sudah memasuki kemarau,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, Senin (11/5/2020).

Curah hujan tinggi, urai dia, momentum percepatan olah tanah dan tanam padi. Apalagi pada Mei, diprediksi curah hujan masih relatif tinggi sehingga cukup bagus untuk melakukan penanaman komoditas pangan, terutama padi sawah.

“Stok beras masih cukup untuk memenuhi kebutuhan 7 bulan ke depan. Tapi itu juga dengan catatan beras tidak dijual petani ke luar daerah. Kalau pangan lainnya seperti sayuran juga relatif aman di masa pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya.

Menurut Sudrajat, gerakan percepatan olah tanah dan tanam padi tanpa dibarengi pengairan bagus tidak mungkin maksimal hasilnya. Sebab, penanaman padi membutuhkan pengairan yang cukup.

“Pengairan irigasi harus bagus kalau ingin produksi padi lebih memuaskan. Kami sudah berupaya maksimal memperbaiki saluran irigasi di area persawahan untuk kelancaran penanaman padi. Nanti petani yang harus menjaga dan memelihara irigasi-irigasi itu,” jelasnya.

Pada Mei ini, sebagian petani di wilayah IV Palabuhanratu sedang melakukan panen padi sawah. Produksi panen lanjutan saat ini hasilnya cukup memuaskan di atas 10 ton per hektare. (adv)

Kontributor: Medi Ardiansyah
Editor: Hafiz Nurachman