Elemen Masyarakat Cianjur Soroti Draf Rencana Belanja Dinkes untuk Tanggulangi Covid-19

Sekretaris Dinkes Cianjur, Irfan Nur Fauzi. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Elemen masyarakat Cianjur menyoroti draf rencana belanja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dalam penanggulangan Covid-19. Masyarakat menilai draf pembelian peralatan dianggap terlalu berlebihan atau harganya melampaui eceran tertinggi.

Andi Syarif Hidayatullah misalnya, tokoh pemuda di Cianjur ini menyoroti soal rencana pembelian termometer infra red sebanyak 200 buah senilai Rp4,4 miliar atau seharga Rp2,2 juta per unit.

“Harganya terlalu tinggi. Indikasinya bisa merugikan keuangan negara,” ujar Andi kepada magnetindonesia.co, Sabtu (16/5/2020).

Andi pun meminta Dinkes lebih sensitif dengan kondisi darurat yang dialami oleh masyarakat Cianjur. Saat ini banyak keterbatasan kemampuan keuangan akibat terdampak Covid-19. Sementara kebutuhan tampak nyata karena sebentar lagi menghadapi Hari Raya Idhul Fitri 1441 H.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Cianjur, Irfan Nur Fauzi mengatakan, harga Rp2,2 per unit termometer infra red itu masih berupa pagu. Artinya, nilainya masih bisa berubah. Angka tersebut untuk menjaga terjadinya perubahan harga.

“Apalagi saat pandemi Covid19 ini, harga bisa sangat tidak menentu,” jelas Irfan.

Menurutnya, pagu adalah alokasi anggaran yang ditetapkan untuk mendanai belanja pemerintah merupakan batas tertinggi dari suatu anggaran. Prinsipna tidak boleh melebihi batas HET.

“Tapi bila harga jauh di bawah, dengan kualitas bagus boleh dibeli,” kata dia.

Misalnya, lanjut Irfan, untuk harga satuan termometer infra red dalam pagu ditulis berharga Rp2,2 juta, namun nanti kenyataannya hanya Rp1,2 juta, maka harga terakhir itulah yang dipakai.

“Sisa dari anggarannya dikembalikan ke kas negara sebagai efisiensi,” tandasnya.

Kontributor: Ruslan Ependi
Editor: Muhammad Raya