Massa Desak Pemkot Depok Dukung Pembangunan SMAN 14 di Kecamatan Beji

LSM Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) berunjuk rasa ke Balai Kota Depok di Jalan Margonda Raya, Senin (3/2/2020). Mereka mengaspirasikan tuntutan masyarakat Kecamatan Beji yang belum memiliki SMA maupun SMK negeri.

DEPOK | MAGNETINDONESIA.CO – LSM Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) berunjuk rasa ke Balai Kota Depok di Jalan Margonda Raya, Senin (3/2/2020). Mereka mengaspirasikan tuntutan masyarakat Kecamatan Beji yang belum memiliki SMA maupun SMK negeri.

Pada orasinya, perwakilan massa mengemukakan dukungan kepada Pemprov Jawa Barat yang akan membangun SMA 14 Depok di Kecamatan Beji. Mereka meminta secepatnya Gubernur Jabar menerbitkan Surat Keputusan pembangunan SMA 14 Depok agar bisa melaksanakan proses PPDB tahun ajaran baru 2020. Pun kepada Pemkot Depok, massa meminta agar berpartisipasi menyediakan fasilitas untuk mendukung realisasi pembangunannya.

“Selama ini pemerintah menerapkan sistem zonasi pada PPDB. Ini tidak adil karena diskriminatif bagi siswa asal Beji yang akhirnya harus bersekolah cukup jauh di luar kecamatan,” tegas koordinator aksi, Roy Pangharapan.

Dengan kondisi tersebut, warga Beji terkesan dianaktirikan. Mereka tidak bisa menikmati akses pendidikan karena tidak adanya infrastruktur pendukung utama.

“Kalau masih tidak punya lahan untuk bangunan sekolah, bisa numpang belajar ke sekolah lain yang jaraknya dekat. Kami mohon Pemkot Depok mendukung akses pendirian SMA 14 di Beji,” ucap Roy.

Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kota Depok, Mulyadi, menyatakan kewenangan pendirian bangunan SMA merupakan ranah Pemprov Jabar. Pemkot Depok hanya berkewenangan mengurusi SD dan SMP. Kendati begitu, pihaknya sudah memikirkan kehadiran SMA di Kecamatan Beji sambil menunggu ketersediaan lahan.

“Permintaan masyarakat ingin ada SMA 14 sangat kami apresiasi. Tapi kami juga meminta bantuan masyarakat untuk mendapatkan lahan supaya pembangunan SMA 14 bisa terealisasi pada 2020 ini,” jelas Mulyadi.

Kontributor: H Asep
Editor: Bardal