IBSW Desak Pemprov DKI Jakarta Tindak Lanjuti Hasil Razia Narkoba di Klub Malam

KONFERENSI pers IBSW terkait pengungkapan kasus peredaran narkoba di tempat hiburan malam di Jakarta, Selasa (31/12/2019). Foto: Ist

JAKARTA | MAGNETINDONESIA.CO – Indonesia Bureucracy and Service Watch (IBSW) mendesak Pemprov DKI Jakarta menindaklanjuti hasil razia Direktorat Reserse Narkotika Mabes Polri dan Polda Metro Jaya terhadap dua klub malam yakni Colosseum Club dan New Monggo Mas, Sabtu (28/12/2019). Pasalnya, ketegasan pemerintah diperlukan lantaran terdapat indikasi adanya peredaran narkoba.

“Kami mendesak Pemprov DKI Jakarta, khususnya Gubernur DKI Jakarta dan pihak terkait lainnya untuk menindaklanjuti temuan narkoba hasil razia pada 28 Desember 2019. Gubernur juga harus tegas mengambil sikap sesuai ketentuan hukum yang berlaku bagi tempat yang terindikasi terdapat bandar di dalamnya,” tegas Direktur Eksekutif IBSW, Nova Andika, saat konferensi pers, Selasa (31/12/2019).

Nova mengapresiasi razia gabungan ke sejumlah klub malam tersebut. Hasilnya pun langsung diinformasikan secara terbuka kepada publik.

“Hasil ekspose ini untuk memastikan apakah tempat hiburan tersebut dijadikan ajang transaksi narkoba yang melibatkan manajemen atau tidak,” ujar dia.

(Baca Juga: IBSW Dukung Wacana Mendagri Apresiasi Daerah Terbersih dan Sanksi Daerah Terkotor)

Razia yang dilaksanakan Ditserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkapkan secara resmi bahwa di diskotik Colloseum-1001 Entertaintment Club tidak terdapat barang bukti narkoba. Namun terdapat 6 orang pengunjung yang positif menggunakan narkoba. Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka menggunakannya sebelum datang ke Colloseum.

Bahkan Ditserse Narkoba Polda Metro Jaya telah mengeluarkan surat resmi bahwa tidak ada indikasi keterlibatan manajemen dan tidak ada pembiaran dari manajemen dalam temuan pada razia tersebut. Surat itu ditandatangani langsung Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Herry Heryawan pada 31 Desember 2019.

Sementara razia yang dilaksanakan di New Monggo Mas, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri telah menangkap bandar serta mengamankan barang bukti sabu dan bong. Termasuk petugas sekuriti yang turut diamankan karena diduga sebagai pengedar ekstasi.

Berdasarkan laporan yang diterima dan investigasi langsung IBSW, telah terjadi indikasi kuat peredaran narkoba yang diduga melibatkan manajemen tempat hiburan seperti Pujasera, Sari Ayu, Golden Crown, New Monggo Mas, Bandara, Jinshe, Colosseum, B’ Fashion, Delta, Fortune, King Cross, Sun City, dan tempat lainnya.

(Baca Juga: Banyak Sosok Mumpuni Selain Ahok untuk Pimpin BUMN)

IBSW mendesak agar Pemprov DKI Jakarta mencabut izin usaha New Monggo Mas dan tempat hiburan lain yang telah terbukti ada indikasi keterlibatan manajemen dalam peredaran narkoba. Terlebih di tempat hiburan itu salah satu bandar narkoba turut ditangkap petugas.

“Kami berharap aparat kepolisian secara berkala melakukan razia untuk membersihkan tempat hiburan dari peredaran gelap narkoba,” ucap Nova.

Perang terhadap narkoba menjadi target dan prioritas untuk ditangani pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurut Nova, narkoba berkontribusi besar merusak dan menghancurkan generasi bangsa Indonesia.

“Kami meminta aparat kepolisian dan BNN serta pihak terkait lainnya secara rutin melakukan razia dan pemeriksaan terhadap seluruh tempat hiburan tanpa pandang bulu,” ujarnya.

IBSW juga mendesak Pemda DKI Jakarta tidak membuat gaduh antara pemangku kepentingan dengan DPRD DKI, Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, serta asosiasi pengusaha hiburan dan restoran. Komunikasi dan koordinasi komprehensif harus terus dilakukan agar tercipta iklim usaha yang kondusif.

“Hal ini penting untuk menjamin kelangsungan usaha tempat hiburan dan ketenangan para pengunjung klub malam yang terbebas dari narkotika,” tandasnya. (adv)

Kontributor: Adji Suansa
Editor: Sulaeman