Dua Warga Kabupaten Sukabumi Meninggal Dunia Pascagempa 6,9 Magnitudo

DINDING kamar rumah Jeje (55) di Kampung Ciawi RT 05/04, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, jebol akibat getaran gempa berkekuatan 7,4 SR yang berpusat di Banten, Jumat (2/8/2019) malam. Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Dua warga Kabupaten Sukabumi meninggal dunia pascagempa 6,9 magnitudo berpusat di Sumur, Banten, Jumat (3/8/2019) malam. Namun penyebab meninggal dunia dua warga tersebut bukan karena tertimpa reruntuhan bangunan.

“Ada dua warga yang meninggal dunia,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, Minggu (4/8/2019).

Kedua warga itu atas nama Ruyani (35), warga Desa Mekarmukti Kecamatan Waluran, yang meninggal karena serangan jantung. Seorang lagi atas nama Ajay (58), warga Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, yang meninggal dunia karena terpeleset di kamar mandi rumahnya.

Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Sukabumi, gempa berpusat di Banten mengakibatkan 88 unit bangunan rumah dan fasilitas lain rusak. Rinciannya terdiri dari 83 unit rumah warga, 3 unit masjid dan majelis taklim, serta 2 unit sekolah.

BACA JUGA   Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Uji Coba Penanaman Padi Bisa Dipanen 4 Kali dalam Setahun

“Kerusakan terdata berada di 29 kecamatan. Ada yang rusak berat, sedang, dan ringan,” terang Eka.

Satu unit bangunan sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang rusak sedang terdampak gempa terdapat di Kecamatan Purwasedar, satu unit majelis taklim rusak ringan di Kecamatan Sukaraja, bangunan SDN Tipar di Kecamatan Cikidang rusak sedang, serta dua unit bangunan masjid jami di Kecamatan Kabandungan dan Gegerbitung mengalami rusak sedang.

“Kami mengimbau masyarakat segera berkoordinasi dengan pemerintahan setempat jika mendapati korban jiwa maupun luka serta rumah atau bangunan lainnya rusak akibat gempa Banten ini,” tandasnya.

KontributorAsep D
EditorSulaeman

Add New Playlist