Mendag Sebut Sukabumi Jadi Barometer Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita menghadiri dialog kewirausahawan bersama pelaku UMKM di Kota dan Kabupaten Sukabumi usai sidak ke Pasar Pelita mengecek harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan. Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Wilayah Sukabumi bakal menjadi satu di antara daerah yang dijadikan barometer mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara nasional. Hal itu tak terlepas progres pembangunan fasilitas publik berupa tol Bocimi dan jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi.

Hal itu diungkapkan Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, dalam kunjungan kerjanya ke Sukabumi, Selasa (9/4/2019). Selama berada di Sukabumi, Enggartiasto mengecek harga dan persediaan komoditas kebutuhan bahan pokok di Pasar Pelita Kota Sukabumi menjelang Ramadan.

Turut mendampingi Menteri, Wakil Wali Kota Sukabumi Andri S Hamami, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, perangkat daerah Kota Sukabumi, Ketua DPK Apindo Kabupaten Sukabumi Ning Wahyu S, dan para pelaku UMKM di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA   Pusat Promosi Produk Pertanian di Kabupaten Sukabumi Akhirnya Terbentuk

Usai mengecek harga, Enggartiasto langsung menghadiri dialog kewirausahawan bersama pelaku UMKM di salah satu hotel mewah di Kota Sukabumi.

“Target pertumbuhan ekonomi Indonesia dari berbagai bidang pada 2019 mencapai 5,3 persen,” kata Enggartiasto.

Menurut dia, Sukabumi meliputi kota dan kabupaten merupakan salah satu daerah barometer pertumbuhan ekonomi nasional setelah dibangun tol Bocimi dan jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi.

“Kami mohon mulai dari gubernur, bupati, dan wali kota dapat mendukung progam pemerintah pusat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Berbagai infrastruktur yang sudah dibangun di Sukabumi akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menambahkan peningkatan fasilitas publik berupa pembangunan tol Bocimi dan jalur ganda kereta api di wilayah Sukabumi dapat meningkatkan akses perekonomian masyarakat. Ia meyakini dengan hadirnya fasilitas publik itu bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen.

BACA JUGA   Pegawai Lapas Kelas II B Warungkiara Jalani Tes Urine untuk Wujudkan Lapas Bersinar

Add New Playlist