Buruh Pabrik di Cianjur Kebingungan Mencoblos pada 17 April

BURUH pabrik di Kabupaten Cianjur pada 17 April nanti akan diliburkan untuk menyalurkan hak suaranya di Pemilu 2019. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Lisda Juwita (31) dilanda kebingungan menghadapi Pemilu 2019 pada 17 April nanti. Buruh pabrik di Kabupaten Cianjur itu kemungkinan tak bisa mencoblos lantaran terkendala persyaratan administrasi pemilih.

“Saya kira bisa pindah TPS cuma pakai e-KTP seperti pada Pilgub Jabar,” ujar Lisda, Kamis (11/4/2019).

Menurut ibu dua anak ini, dirinya tidak mungkin menggunakan hak pilih karena hanya diberikan libur cuma pada hari pencoblosan saja. Hal itu disebabkan jarak antara tempat kerja dan kampung halamannya di Cianjur selatan berjarak hampir 90 kilometer dengan waktu perjalanan 3 sampai 4 jam.

“Datang ke rumah pasti capek. Butuh istirahat dulu. Agak siangan nyoblos. Masa sore harinya saya harus pulang lagi?,” keluh Lisda.

Lisda pun akhirnya memilih tidak pulang kampung. Dia pun merelakan tidak menyalurkan hak suaranya.

“Kalau mencoblos di rumah di Cianjur selatan, saya akan kehilangan penghasilan Rp90 ribu sebagai uang kehadiran dan potongan gaji satu hari sebesar Rp100 ribu.

“Bukan hanya saya. Pasti ada ribuan orang pekerja yang bernasib sama dalam satu pabrik,” ucapnya.

Sementara itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur menghadapi dilema akibat para pemilik pabrik besar hanya memberikan libur pada hari pencoblosan saja. Hal ini dianggap menyulitkan karena antara tempat bekerja dan TPS tempat tinggal sebagian pekerja berjauhan. Artinya tak mungkin ditempuh secara bolak-balik.

“Sekarang sudah telat. Seharusnya, para pekerja itu mengisi formulir C5 untuk pindah TPS paling lambat pada 10 April,” kata Divisi Teknis KPU Kabupaten Cianjur, Ridwan Abdullah.

Ridwan menjelaskan, sebelumnya batas akhir pengisian formulir C5 jatuh pada 17 Maret 2019 lalu. Namun karena ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dari beberapa unsur masyarakat, maka diputuskan ada penambahan waktu hingga 10 April 2019 atau sepekan sebelum hari pencoblosan.

“Pendaftaran atau ajuan C5 tentang pindah TPS itu cuma di Kantor KPU Kabupaten Cianjur,” jelasnya.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Cianjur, Rustiman, menyatakan, secara umum proses sosialisasi pindah memilih oleh KPU Cianjur sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Rustiman mengaku, setelah terbit putusan MK Nomor 20, yang menyatakan pindah memilih maksimal 7 hari sebelum hari H pencoblosan hanya berlaku untuk rumah sakit, lembaga pemasyarakatan, wilayah yang terkena dampak bencana, dan orang yang sedang melaksanakan tugas.

“Kita mendatangi tempat-tempat itu untuk menyosialisasikannya. Namun memang untuk buruh yang ada di pabrik tidak terakomodir dalam putusan MK itu,” tutupnya.

Kontributor:   Ruslan Ependi
Editor:   Hafiz Nurachman