Bupati Perintahkan Jajarannya Memantau Gejala Alam di Pesisir

BUPATI Sukabumi Marwan Hamami beserta jajaran Pemkab Sukabumi memantau kondisi pantai selatan setelah terjadi tsunami di Selat Sunda. Dok Foto Humas Setda

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Bencana tsunami di kawasan Selat Sunda gaungnya tiba di Pemkab Sukabumi. Untuk mengansitipasi ancaman gelombang tinggi, Bupati Sukabumi Marwan Hamami memerintahkan jajarannya untuk memantau setiap gejala alam yang terjadi, khususnya di kawasan pantai.

“Seluruh perangkat daerah, termasuk camat hingga kepala desa kami minta untuk mengaktifkan HP masing-masing selama 24 jam untuk mempermudah komunikasi,” kata Marwan, Minggu (23/12/2018).

Sebagai bentuk kesiapan dan kesiagaan kepala daerah menghadapi ancaman gelombang tinggi, Marwan mendatangi sejumlah titik pantai yang merupakan destinasi wisata andalan. Saat ini, kawasan Palabuhanratu sedang dikunjungi para wisatawan dari berbagai daerah yang menikmati musim libur sekolah, Natal, dan tahun baru.

Kepada para pengunjung pantai, bupati mengimbau untuk tetap waspada. Para wisatawan diminta untuk menanyakam kondisi terakhir pantai kepada petugas resmi yang berjaga di lapangan atau pusat informasi.

“Tetaplah waspada karena kita tidak tahu kapan dan di mana bencana bisa terjadi,” ujarnya.

Di lapangan, para petugas yang tampak bersiaga berasal dari berbagai instansi seperti BPBD, Satpol PP, Tim Sar, dan unsur lainnya. Para petugas itulah nantinya yang akan melaporkan setiap perkembangan di kawasan pantai.

“Kami tidak mengharapkan bencana terjadi di pantai, tapi kami harus waspada dan hati-hati sebagai langkah antisipasi,” ungkapnya.

Pada bagian lain Marwan menyampaikan bela sungkawa atas jatuhnya korban jiwa pada tsunami di Selat Sunda. Pemkab Sukabumi, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan daerah-daerah yang terkena dampak tsunami Selat Sunda seperti Pemkab Pandeglang dan Lampung Selatan. (adv)

Reporter:    Bubun Paksi JD
Editor:    Sulaeman