Tiga Kecamatan Berpotensi Alami Krisis Air Bersih

Kantor BPBD Kota Sukabumi. Magnet Indonesia/Heryaman

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi memprediksi dua bulan ke depan tiga dari tujuh kecamatan di wilayah itu berpotensi mengalami krisis air bersih sebagai dampak dari kemarau panjang. Tiga kecamatan itu yakni Baros, Cibeureum dan Lembursitu.

“Berdasarkan informasi BMKG, kalau tidak turun hujan selama 60 hari ke depan, Kota Sukabumi akan mengalami kekeringan yang berdampak terhadap krisis air bersih. Puncaknya pada Agustus. Tapi sejauh ini kami belum menerima laporan bakal ada bencana kekeringan dari BMKG,” kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnaen Barhami, Kamis (12/7/2018).

Ia mengatakan, empat wilayah di Kota Sukabumi masih banyak memiliki sumber cadangan air bersih bersumber dari Gunung Gede. Namun di tiga wilayah yang berpotensi kekeringan tidak memiliki sumber air.

“Jika sudah terjadi bencana kekeringan kami bekerja sama dengan lintas sektoral seperti perusahaan air bersih dan pemerintah. Kami akan membentuk tim reaksi cepat untuk penyediaan bantuan sarana air bersih,” tandasnya.

Kontributor:  Heryaman
Editor:  Bondan Prakoso