Pengelola ODGJ Audiensi dengan Pemkab Sukabumi

PULUHAN ODGJ penghuni Panti Sosial Rehabilitasi Mental Aura Welas Asih berunjuk rasa menuntut hak memiliki tempat yang layak dan fasilitas penunjang lainnya. Magnet Indonesia Online/Yadi Edo

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Pengelola Panti Sosial Rehabilitasi Mental Aura Welas Asih, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, meminta kejelasan dan pengakuan formal dari pemerintah soal lahan yang sekarang digunakan menampung orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Selama ini nasib mereka terkesan terombang-ambing.

“Kami meminta kejelasan terkait lahan dan tempat. Kalau masalah status, kami kembalikan ke Pemkab Sukabumi,” kata Ketua Yayasan, Deny Solang, saat audiensi di ruang rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi di Palabuhanratu, Selasa (31/07/2018).

Ia mengatakan, pemindahan dari tempat lama ke tempat yang baru di bekas bangunan sekolah di Cipatuguran bukan tidak disyukuri. Namun belum ada kejelasan dan pengakuan secara formal dari pemerintah.

“Kami minta relokasi. Tanah diganti tanah mau seperti apapun caranya demi kepentingan sosial,” paparnya.

Ia mengharapkan adanya bangunan panti yang layak dan memenuhi syarat. Harapannya para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Sukabumi juga bisa turun tangan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman, menegaskan pertemuan tersebut telah menghasilkan kesepakatan. Terdapat dua solusi besar yang akan diwujudkan dari tuntutan pengelola panti.

Dua kesepakatan itu yakni Pemkab Sukabumi secara formal mengizinkan yayasan untuk menempati bangunan bekas sekolah yang ditempati sekarang dan Pemkab Sukabumi akan menentukan dan memberikan lahan untuk ditempati ke depannya.

“Kemudian pasokan air dan listrik juga akan dikoordinasikan dengan PDAM dan PLN. In Syaa Allah pasokan akan terus mengalir,” tandasnya.

KontributorYadi Edo
EditorSulaeman