SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar industri mulai dirasakan para nelayan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Kondisi itu sudah terjadi hampir dua pekan terakhir dan mulai mengganggu aktivitas melaut kapal-kapal nelayan berukuran 30 Gross Ton (GT) ke atas.
Di tengah suasana puncak acara Hari Nelayan Nasional Palabuhanratu ke-66, para tokoh nelayan meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera turun tangan mengatasi kelangkaan distribusi solar industri. Jika masalah tersebut tidak bisa diatasi, khawatir akan berdampak terhadap keberlanjutan aktivitas melaut para nelayan.
“Hampir dua minggu, kapal berukuran besar yang bersandar di Dermaga 2 Palabuhanratu agak kesulitan mendapatkan solar industri. Persoalan ini harus dicarikan solusinya agar nelayan bisa melaut untuk menangkap ikan,” kata Koordinator Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Budaya HNSI Kabupaten Sukabumi, Nandang Herawan, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia mengatakan, kelangkaan solar membuat kapal nelayan di atas 30 GT tidak bisa melaut. Sehingga kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas perikanan di Palabuhanratu yang selama ini menjadi salah satu kawasan andalan sektor kelautan di Sukabumi.
“Bicara BBM subsidi memang tersedia, tapi kuotanya menurun. Keterbatasan solar industri ini harus diperhatikan serius oleh pemerintah daerah supaya aktivitas nelayan tidak terganggu,” tegas Nandang.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengaku saat ini nelayan memang menghadapi dua masalah sekaligus, yaitu kesulitan dan keterbatasan solar industri. Ia berharap kelangkaan solar untuk para nelayan di Kabupaten Sukabumi, khususnya Palabuhanratu dapat segera teratasi.










