Sementara itu, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Arfian, menilai Hari Nelayan Nasional bukan sekadar seremoni budaya, melainkan bentuk rasa syukur atas hasil laut yang diberikan Tuhan kepada masyarakat pesisir.
”Setiap nelayan yang mengarungi lautan membawa doa dan harapan. Karena itu, menjaga kelestarian laut menjadi hal penting agar sumber penghidupan masyarakat tetap terjaga untuk generasi mendatang,” cetusnya.
Ketua Panitia Hari Nelayan Nasional ke-66 Palabuhanratu, Pepen Supendi, menerangkan peringatan tersebut merupakan warisan budaya leluhur yang sarat nilai historis dan spiritual. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan hari nelayan mulai dari rangkaian awal kegiatan hingga berakhirnya acara.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sukabumi, aparat keamanan, sponsor, panitia, dan seluruh masyarakat Palabuhanratu yang telah menjaga kondusivitas acara,” paparnya.
Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi melalui Koordinator Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Budaya, Nandang Herawan, mendorong adanya kebijakan agar produk hasil tangkapan nelayan lokal bisa masuk ke dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi.
”Langkah ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Nugraha
Editor: Hafiz Nurachman










