“Rakornas digelar sebagai tindak lanjut prediksi kekeringan ekstrem tahun 2026 yang dirilis BMKG. Kita diminta Kementerian Pertanian untuk menyiapkan data rencana usulan kegiatan yang difokuskan pada upaya mitigasi kekeringan, khususnya di sektor pertanian dan irigasi,” bebernya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menambahkan rakornas mitigasi kekeringan ekstrem dalam upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan bertujuan memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi kekeringan. Dengan kesiapan yang matang, dampak terhadap produksi pangan dapat ditekan.
“Pemerintah daerah didorong meningkatkan efektivitas pengelolaan air. Sehingga, sektor pertanian tetap bertahan meskipun menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Rakornas langkah strategis dalam mengelaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh,” pungkasnya. (adv)
Reporter:Â Asep Fadillah
Editor:Â M Raya












