BNNK Sukabumi: Selamatkan Generasi Bangsa di Lingkungan Pendidikan dari Pengaruh Narkoba

KEGIATAN konsolidasi kebijakan kota tanggap ancaman narkoba di lingkungan pendidikan yang digelar BNNK Sukabumi. Foto: Ist/Humas BNNK

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Badan Narkotika Nasional Kabupeten (BNNK) Sukabumi gencar melakukan upaya pencegahan dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan. Terlebih, lingkungan pendidikan sebagai wadah mencetak generasi bangsa yang berkarakter dan berakhlak mulia harus bersih dari narkoba.

Sub Koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Sukabumi, Reni Marliani Iska, mengatakan, lingkungan pendidikan dapat menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba. Karena itu, para pelajar maupun mahasiswa perlu diberikan informasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekusor Narkotika.

“Kami tak bosan-bosannya mengingatkan pelajar ataupun mahasiswa agar menjauhi narkoba yang dapat merusak kesehatan dan mental bagi penggunanya. Masa depan generasi bangsa ini harus kita selamatkan dari pengaruh narkoba,” ujarnya saat menggelar kegiatan konsolidasi kebijakan kota tanggap ancaman narkoba pada lingkungan pendidikan di salah satu hotel di kawasan Selabintana, Kamis 22 September 2022.

Menurutnya, konsolidasi kebijakan kota tanggap ancaman narkoba ini dilaksanakan untuk mengintegrasikan kebijakan-kebijakan di lingkungan pendidikan. Lebih dari itu, pelajar maupun mahasiswa harus memiliki imun dan daya tolak terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Lingkungan pendidikan bersih dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba merupakan tugas kita bersama,” tegasnya.

Ia mengatakan, mencegah masuknya narkoba ke lingkungan sekolah dan perguruan tinggi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan semua pihak, tanpa terkecuali internal lingkungan pendidikan.

“Kita semua harus aktif melakukan pencegahan di lingkungan wadah pembentuk dan pencetak generasi milenial yang produktif,” pungkasnya. (adv)

Kontributor:  Fadillah
Editor:  Hafiz Nurachman