Karang Taruna Cianjur Tanam 2.500 Bibit Kopi Arabica

KARANG Taruna Kabupaten Cianjur foto bersama seusai menanam 2.500 bibit pohon kopi Arabica. Foto: Ist

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Karang Taruna Kabupaten Cianjur menanam sebanyak 2.500 bibit pohon kopi Arabica di lahan seluas 2 haktare di Kecamatan Takokak. Kegiatan tersebut merupakan bagian mendorong kemandirian ekonomi melalui usaha ekonomi produktif (UEP) bidang perkebunan.

“Dengan penanaman bibit pohon kopi Arabica ini, kami berharap Karang Taruna bisa terus mandiri, sekaligus hadir membantu pemerintah memberdayakan masyarakat,” kata Ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur, Mudrikah, Minggu (14/2/2021).

Inovasi merupakan modal utama bagi sebuah organisasi. Apalagi di tengah pandemi covid-19 yang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.

“Beban pemerintah saat ini sudah terlalu berat. Pemerintah harus memikirkan upaya penanganan covid-19 dan dampaknya. Karena itu, kami di Karang Taruna berusaha semaksimal mungkin tidak mengandalkan atau menunggu bantuan pemerintah. Kami ingin mandiri, berkarya, dan inovatif. Kami pasti bisa,” tegas Mudrikah.

Secara ekonomi, kata Mudrikah, nilai produksi kopi Arabica ini nantinya cukup luar biasa. Dari 2.500 bibit kopi Arabica, hasil penghitungan bisa menghasilkan sebanyak 5 ton dengan waktu panen sekitar 8-12 bulan.

“Masalah pemasaran tidak susah. Kami sudah menggandeng pengusaha lokal yang siap menampung. Kami akan menjualnya dalam bentuk barang jadi, bukan mentah ataupun setengah jadi. Ini untuk meningkatkan nilai jual secara ekonomi,” terangnya.

Manfaat lain penanaman bibit kopi, lanjut Mudrikah, bisa meminimalkan potensi bencana hidrometeorologi. Sebab, kopi yang merupakan pohon tegakkan, akarnya bisa berfungsi sebagai bank air.

“Jadi, ini akan meminimalkan potensi terjadinya erosi atau longsor,” ungkapnya.

Ke depan, Karang Taruna sudah merencanakan membuat klaster-klaster di kecamatan lain yang disesuaikan dengan potensi di wilayah tersebut. Misalnya penanaman bibit pohon pisang, jambu kristal, dan potensi komoditas lainnya.

“Beberapa program UEP ada yang sudah jalan, seperti di Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas ataupun di Desa Nagrak di Kecamatan Cianjur. Kalau di Desa Nagrak, program UEP fokus pada sektor perikanan air tawar. Alhamdulillah sudah berjalan,” pungkasnya. (adv)

Kontributor: Muhammad Raya
Editor: Raditya