BNNK Sukabumi Rehabilitasi Sosial Warga Binaan Lapas Kelas II B Warungkiara

Kepala BNNK Sukabumi, AKBP Fahmi Cipta Dewantara (kanan) dan Kalapas Kelas II B Warungkiara, Ahmad Tohari (kiri), usai pembukaan kegiatan rehabilitasi sosial warga binaan, Jumat (15/1/2021). Foto: Ist

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Warungkiara Kabupaten Sukabumi yang tersandung kasus penyalahguna narkotika akan mendapat rehabilitasi sosial. Kegiatan itu kerja bareng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi dengan Lapas Kelas II B Warungkiara.

“Kegiatan ini menindaklanjuti Inpres Nomor 02/2020. Salah satu indikator komitmennya adalah melaksanakan program rehabilitasi pembinaan kemandirian bagi warga binaan penyalahguna narkotika di Lapas,” kata Kepala BNNK Sukabumi, AKBP Fahmi Cipta Dewantara, di sela pembukaan kegiatan rehabilitasi sosial warga binaan Lapas Kelas II B Warungkiara, Jumat (15/1/2021).

Menurut Fahmi, rehabilitasi sosial warga binaan pemasyarakatan penyalahguna narkotika meliputi pemberian pembekalan keterampilan, sehingga mereka lebih mandiri dan memiliki kepribadian yang baik selama berada di Lapas. Rehabilitasi ini juga memulihkan kondisi para pecandu narkoba agar bisa hidup normal kembali.   

“Sehingga Lapas Warungkiara Bersinar (Bebas Narkotika) akan terwujud. Ke depan tidak ada lagi peredaran dan penyalahguna narkoba di lingkungan Lapas,” tegasnya.

Program rehabilitasi sosial ini didukung para asesor dan konselor sebagai pelaksana rehabilitasi lapangan. Mereka akan memberikan pembekalan keterampilan secara komprehensif kepada warga binaan penyalahguna narkotika di Lapas Warungkiara.

Kepala Lapas Kelas II B Warungkiara, Ahmad Tohari, mengatakan mendukung penuh program rehabilitasi sosial warga binaan yang dilaksanakan BNNK Sukabumi. Sehingga para pecandu narkoba bisa pulih dan tidak kembali kambuh, baik saat masih berada di Lapas maupun ketika sudah bebas nanti.

“Rehabilitasi bagi pecandu merupakan langkah konkret untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba. Kami harap setelah rehabilitasi ini banyak warga binaan penyalahguna narkotika yang pulih dari kecanduannya,” ujar Ahmad. (adv)

Kontributor:  Fajar Hadiansah
Editor:  Hafiz Nurachman