Dinkes Kabupaten Sukabumi Siaga Hadapi Pandemik Corona

KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid. Foto: Magnet Indonesia/Rizky Miftah

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Sedikitnya 3 orang warga Kabupaten Sukabumi dikategorikan pasien dalam pengawasan (PDP) dan 26 orang lainnya sebagai orang dalam pemantauan (ODP) menyusul terjadinya pandemik corona alias Covid-19. Sebagian di antara mereka ada yang masih dalam penanganan medis di rumah sakit.

“Ada 3 orang masuk dalam pengawasan dan 26 dalam pemantauan. Masih ada yang dirawat (di rumah sakit), tapi sekarang sudah menunjukkan gejala membaik,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid, usai mengikuti workshop Pengelolaan Limbah B3 Medis, Sabtu (14/3/2020).

Mereka yang dikategorikan ODP dan PDP diketahui baru melawat ke negara-negara yang terpapar Covid-19. Seperti 5 orang TKI yang baru tiba usai bekerja di Malaysia dan Singapura.

“Ada juga 10 orang yang dalam pemantauan baru pulang melaksanakan umrah. Tapi kondisi mereka mulai membaik. Kalau gejala memang muncul tapi sedikit,” jelasnya.

Harun menyebutkan, dari 26 ODP, sebanyak 10 di antara mereka sudah melewati masa-masa pemantauan. Sedangkan sisanya sebanyak 16 orang kondisinya cenderung membaik.

“Hasil tes, mereka negatif. Sedangkan 3 orang PDP, salah seorangnya meninggal dunia, hasil sampel Litbangkes Kementerian Kesehatan, dinyatakan negatif,” tutur Harun.

Harun mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik karena Pemkab Sukabumi sudah melakukan upaya penanggulangan terhadap virus Covid-19 dengan membentuk crisis center dan Satgas Covid-19. Upaya itu merupakan wujud keseriusan pemerintah menanggulangi mewabahnya Covid-19.

“Meskipun tidak ada yang terjangkit, tapi kewaspadaan tetap selalu ditingkatkan. Bahkan kami lipat gandakan. Kami siaga,” tandasnya.

Kontributor: Rizky Miftah
Editor: Raditya