AMSI Jabar: Pemda Harus Fasilitasi Rapid Test Bagi Jurnalis

KETUA AMSI Jabar, Rahim Asyik, mengikuti rapid test Covid-19 yang dilaksanakan Pemprov Jabar, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (31/3/2020). Foto: Ist/AMSI Jabar

BANDUNG | MAGNETINDONESIA.CO – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jabar meminta seluruh pemerintah kota dan kabupaten di Jawa Barat segera melaksanakan rapid test (tes cepat) Covid-19 bagi jurnalis yang biasa meliput kegiatan pemerintahan dan penanganan virus corona di daerah masing-masing.

Rapid test perlu dilakukan untuk memastikan keselamatan dini para insan pers yang konsisten memberitakan perkembangan penanggulangan Covid-19. Apalagi, kalangan jurnalis kerap berinteraksi dengan orang-orang sehingga sangat rentan terpapar virus corona.

“Mobilitas dan interaksi jurnalis itu bisa jadi mediator efektif penyebaran virus corona. Karena itu, rapid test terhadap wartawan harus diprioritaskan pemerintah daerah,” tegas Ketua AMSI Jabar, Rahim Asyik, seusai mengikuti rapid test Covid-19, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (31/3/2020).

Dalam kondisi saat ini, kata Rahim, pemerintah daerah harus memerhatikan keselamatan kalangan jurnalis. Selain itu, perusahaan media juga lebih bertanggung jawab melindungi keamanan dan kesehatan wartawan yang sedang tugas liputan di lapangan.

“Pascavirus corona mewabah, tak sedikit wartawan wara-wiri di lapangan mencari berita tanpa pengamanan maksimum. Bagi kami, ini menjadi suatu kekhawatiran,” ucap Rahim.

Selain mendorong pemerintah daerah melaksanakan rapid test, AMSI Jabar juga mengimbau para wartawan lebih mengutamakan kesehatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya agar tidak berisiko terpapar corona. Termasuk setiap perusahaan media pun diminta memerhatikan kelengkapan fasilitas keselamatan dan kesehatan wartawan.

Sekadar diketahui, Pemprov Jabar tengah melaksanakan rapid test Covid-19 kepada 20 ribu masyarakat Jawa Barat. Pemeriksaan didahulukan bagi orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), petugas rumah sakit, serta tenaga kesehatan.

Selanjutnya, rapid test akan dilakukan kepada masyarakat yang memiliki profesi rawan atau tidak bisa bekerja di rumah. Satu di antaranya pekerja pers atau wartawan. (rls/amsi)

Kontributor: Medi Ardiansyah
Editor: Raditya