Dinkes Cianjur Ikut Rakor Penguatan Pencegahan Penyebaran Virus Covid19

KANTOR Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mengikuti kegiatan rapat koordinasi di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengenai upaya pencegahan penyebaran virus korona yang sekarang dikenal Covid19. Kewaspadaan pun perlu ditingkatkan karena virus itu sudah menyebar di sejumlah negara ASEAN.

“Kemarin kita mengikuti agenda di Dinas Kesehatan Provinsi Jabar dalam hal pengendalian virus Covid19. Indonesia dinyatakan negatif atau masih aman sampai saat ini,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, kepada magnetindonesia.co, Jumat (14/2/2020).

Pemeriksaan intensif akan dilakukan bagi warga Cianjur maupun orang luar yang telah berkunjung ke sejumlah negara yang dinyatakan warganya sebagai suspect maupun positif terjangkit Covid19. Berdasarkan catatan WHO, terdapat 32 negara yang terjangkit virus mematikan tersebut.

Di Jawa Barat sendiri ada tujuh rumah sakit rujukan seandainya terdapat suspect virus Covid19. Ketujuh rumah sakit itu yakni RSHS dan Rotinsulu Bandung, RSUD Garut, RSUD Cirebon, RS R Syamsudin SH Kota Sukabumi (Bunut), RSUD Indramayu, dan RSUD Subang.

“Bila ternyata ada suspect Covid19, maka akan segera kita lakukan karantina. Pada 20 Januari nanti, kita akan melaksanakan lagi rapat koordinasi gabungan,” bebernya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Cianjur, Rostiani Dewi, menerangkan dari 32 negara terjangkit Covid19, tercatat korban meninggal dunia sebanyak 1.300 lebih. Sedangkan jumlah orang yang terjangkit sebanyak 60 ribu kasus dari seluruh negara terjangkit.

“Selain China dan kawasan Asia lainnya, ada pula korban dari kawasan Eropa dan Amerika. Namun mayoritas korban meninggal tetap dari China, terutama dari Provinsi Kobei,” jelas Dewi.

Penyebaran Covid19 sendiri masih dalam penelitian intensif oleh para pakar dari seluruh dunia. Begitu pula masih belum adanya satu kasus pun yang menyatakan warga negara Indonesia dinyatakan terjangkit penyakit yang sedang viral di seluruh dunia ini.

“Terutama penyebaran Covid19 ini masih dalam jangkauan. Misalnya, apakah melalui udara yang jangkauannya bisa luas, atau cuma sebatas jangkauan air liur saat batuk,” tandasnya. (adv)

Kontributor: Ruslan Ependi
Editor: Hafiz Nurahman