Pemkab Cianjur Santuni Keluarga Petugas Penyelenggara Pemilu yang Meninggal Dunia

PLT Bupati Cianjur Herman Suherman menyerahkan santunan berupa uang tunai kepada istri almarhum Mahfud, anggota Linmas di Desa Rancagoong, Kecamatan Cilakuyang, yang meninggal dunia setelah bertugas mengawal pemilu. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Pemkab Cianjur memberikan santunan kepada keluarga penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal dunia. Keseluruhan, jumlah penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia mulai dari petugas KPPS, Pengawas TPS, serta petugas pengamanan langsung TPS, sebanyak 12 orang.

“Mereka yang meninggal adalah pahlawan demokrasi,” ucap Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, usai pemberian santunan di Pendopo Cianjur, Senin (29/4/2019).

Herman secara pribadi maupun institusi pemerintahan mengucapkan turut berduka cita kepada para keluarga korban. Pun kepada petugas yang terbaring sakit akibat kelelahan disarankan segera berobat ke rumah sakit.

“Kami akan menggratiskan biaya pengobatan dan perawatannya. Besaran santunan kami sesuaikan dengan kondisi keuangan,” terang Herman.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Cianjur, Rustiman, mengatakan sejauh ini sudah 11 petugas penyelenggara di tingkat KPPS yang meninggal dunia. Sementara petugas yang jatuh sakit sebanyak 89 orang.

“Ada yang dirawat di rumah, ada juga yang dirawat di RSUD Sayang Cianjur. Kami berduka. Kami juga ucapkan terima kasih kepada Pemkab Ciamjr yang memberikan santunan,” jelas dia.

Anggota Bawaslu Kabupaten Cianjur, Yuyun Yunardi, mengatakan jajaran pengawas pemilu yang meninggal dunia satu orang dan 14 orang sakit.

“Yang meninggal dunia almarhum Cepy Cahyadi pengawas TPS dari Desa Pagermaneuh Kecamatan Tanggeung,” singkat Yuyun.

Kontributor:   Ruslan Ependi
EditorHafiz Nurachman