Program Gizi Anak Sekolah di SDN 1 Bantargebang Berujung Petaka

SEJUMLAH pelajar SDN di Kecamatan Bantargadung tengah mendapat penanganan medis di puskesmas setempat karena diduga keracunan setelah menyantap bubur ayam, Senin (3/12/2018). Magnet Indonesia Online/Foto: Istimewa

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Pelaksanaan Program Gizi Anak Sekolah (Progras) berupa pemberian bubur ayam berujung petaka. Pasalnya, sebanyak 70 pelajar SDN 1 Bantargebang, Kecamatan Bantargadung, harus mendapat perawatan medis akibat mengalami keracunan diduga usai mengonsumsi bubur ayam dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Senin (3/12/2018).

Dari jumlah itu, sebanyak 57 pelajar dibawa ke Puskesmas Bantargadung. Satu orang di antara mereka terpaksa harus dirujuk ke RSUD Palabuhanratu karena tak bisa ditangani di puskesmas setempat.

Insiden bermula saat puluhan pelajar di sekolah itu menyantap bubur ayam yang dipasok dari Dinas Kesehatan untuk UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Bantargadung sekitar pukul 10.00 WIB. Namun selang beberapa jam usai menyantap bubur ayam, para pelajar itu mulai mengalami mual dan pusing.

“Awalnya hanya beberapa siswa yang merasakan mual dan pusing setelah menyantap bubur ayam itu. Selang beberapa jam kemudian, pelajar lain juga merasakan hal serupa. Mereka langsung dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Warungkiara, Bripka Deppi, Senin (3/12/2018).

Deppi belum bisa menyimpulkan penyebab keracunan massal ini. Saat ini polisi masih menyelidikinya.

“Masih kami dalami. Kami sudah amankan barang buktinya berupa sisa bubur ayam dan mengumpulkan keterangan dan saksi dan korban,” tuturnya.

Dari informasi, satu orang pelajar yang dirujuk ke RSUD Palabuhanratu diketahui bernama Abdul Rosid (5). Ia merupakan warga Kampung Ciwaru RT 01/03 Desa Bantargebang, Kecamatan Bantargadung.

Belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan maupun dari tim medis Puskesmas Bantargadung.

Reporter:   Adinata
Editor:   Sulaeman