Longsor Terjang Kampung Cilimus Jampangtengah

PETUGAS BPBD Kabupateb Sukabumi sedang mengecek rumah warga yang terkena material tanah longsor di Kampung Cilimus RT 29 dan 30 di RW 05, Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtengah. Magnet Indonesia Online

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Tanah longsor menerjang Kampung Cilimus RT 29 dan 30 di RW 05, Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Satu rumah rusak berat, tiga rumah rusak ringan, dan puluhan rumah lainnya terancam.

“Kejadiannya pada Senin (10/12/2018) sekitar pukul 11.30 WIB saat hujan deras dalam waktu cukup lama. Terdapat lima titik longsor,” kata Camat Jampangtengah, Sabar Suko, kepada Magnet Indonesia Online, Kamis (13/12/2018).

Lima titik longsor itu penyebabnya dari tebing ambruk. Akibat tanah longsor itu satu rumah panggung milik Hendra (40) rusak berat karena tertimbun material dan tiga unit rumah masing-masing milik Basri (40), Ermawan (38), dan Pacih (73).

“Terdapat juga hampir 33 unit rumah yang terancam,” jelasnya.

Saat ini pemerintah Desa Nangerang sedang berkoordinasi dengan warga yang terdampak bencana. Utamanya menyangkut rencana evakuasi ke tempat lebih aman.

“Hasil koordinasi akan disampaikan setelah mendapat kesepakatan dengan warga yang terdampak bencana,” tuturnya.

Sabar mengaku sudah melakukan asesmen di lokasi bencana berkoordinasi dengan aparatur pemerintahan desa dibantu BPBD setempat. Dari pendataan di lokasi, tanah longsor mengakibatkan 1 unit rumah rusak berat, 3 unit rumah rusak ringan, dan 33 unit rumah dalam kondisi terancam.

“Untuk kerugian masih dalam penghitungan,” tegasnya.

Peralatan yang saat ini dibutuhkan di antaranya bronjong sebanyak 160 buah dan karung sebanyak 500 buah. Peralatan itu dibutuhkan untuk mencegah terjadinya lagi longsor susulan.

Selain berdampak terhadap rumah, kata Sabar, longsor juga mengakibatkan jalan lingkungan penghubung Kampung Cilimus dengan Kampung Cisaat terancam putus. Termasuk jalan lingkungan penghubung Kampung Cilimus dengan Kampung Cikadu, Desa Bantarpanjang terputus hingga tak bisa dilalui sepeda motor.

“Material tanah longsor juga mengancam sekitar 1 hektare lahan sawah dan saluran irigasi,” pungkasnya.

Kontributor:   Iqbal Salim
Editor:   Eddy Surya Wijaya