Bum…! Yon Arhanud 1 Marinir Tembakkan Amunisi ke Arah Kapal Pemberontak

AMUNISI meriam AA 35 Twin Gun Norico dipajang di lokasi peluncuran di Pantai Rawakalong Cipatuguran, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Magnet Indonesia Online/Yusuf

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kawasan Pantai Rawakalong Cipatuguran di Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, jadi lokasi uji coba penembakan amunisi Meriam AA 35 MM Twin Gun Norico, Rabu (19/12/2018).

Uji coba amunisi meriam buatan Pindad yang dilakukan Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 1 Marinir itu targetnya penghancuran kapal yang diskenariokan milik pemberontak di Teluk Palabuhanratu.

Komandan Resimen Artileri (Danmenart) 1 Marinir Kolonel (Mar) Wahyudi Saputra mengatakan, uji coba penembakan amunisi meriam bertujuan mengasah kemampuan prajurit. Utamanya menentukan target musuh yang berada di Teluk Palabuhanratu. Jangkauan jarak tembak bisa mencapai sekitar 2 mil.

“Ini bagian simulasi melumpuhkan musuh. Kami libatkan 50 prajurit marinir dalam kegiatan ini,” kata Wahyudi kepada wartawan.

Meriam AA 35 MM Twin Gun Norico merupakan satu di antara alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI. Uji coba jenis meriam ini didukung Radar AF 952 Fire Control System yang sengaja didatangkan dari Markas Yon Arhanud 1 Marinir di Jakarta.

“Alat pendukung lainnya yakni 2 pucuk Meriam AA 35 Twin Gun Norinco. Kami juga didukung personel Pos TNI AL Palabuhanratu dan Satpolair Polres Sukabumi yang berjaga di lepas pantai dengan mengimbau kepada nelayan supaya menjauh dari area target penembakan meriam,” tandas Wahyudi.

Reporter:   Yusuf
Editor:   Bondan Prakoso