Bruk! Ruangan Kelas 1 SDN Cimanggah 2 Kota Sukabumi Ambruk

BANGUNAN ruang kelas 1 SDN Cimanggah 2 ambruk, Rabu (5/12/2018) sekitar pukul 01.00 WIB. Magnet Indonesia Online/Iqbal Salim

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Bangunan ruang kelas yang biasanya digunakan siswa kelas 1 SDN Cimanggah 2 di Kelurahan/Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, ambruk, Rabu (5/12/2018) dini hari. Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian itu lantaran ruangan dalam keadaan kosong.

“Kejadiannya dini hari tadi. Saya tahu setelah dihubungi penjaga sekolah,” kata Kepala SDN Cimanggah 2, Aliyudin, Rabu (5/12/2018).

Aliyudin mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Cikole. Ia sudah mengirimkan foto-foto kondisi ruangan kelas yang ambruk tersebut.

“Saya diinstruksikan melapor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi Bidang Sarana dan Prasarana. Saya langsung telepon ke kepala bidang yang bersangkutan dan mengirimkan foto-fotonya,” papar Aliyudin.

Aliyudin mengatakan sebetulnya ruangan kelas itu sudah dikosongkan sejak Januari lalu. Alasannya, ruangan tersebut sudah tidak layak digunakan karena belum ada perbaikan.

“Kegiatan belajar mengajar kelas 1 yang berjumlah 27 orang dipindahkan ke ruang perpustakaan,” ujarnya.

Rencananya tahun depan ruangan kelas itu akan diperbaiki. Namun belum kunjung diperbaiki hingga akhirnya ruangan ambruk.

“Rencananya ruang kelas ini (yang ambruk) akan dijadikan ruangan guru,” jelasnya.

SDN Cimanggah 2 berdiri sejak 1979. Terakhir direhab sekitar 2007. Saat ini total jumlah siswa sebanyak 188 orang. Untuk jumlah guru terdiri dari 5 orang berstatus ASN dan 7 non-ASN.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Dikdik Kristiana, mengaku sudah mendapat laporan ambruknya ruangan kelas 1 di SDN Cimanggah 2. Ia mengatakan pada 2019 ruangan tersebut sudah direncanakan akan direhab menggunakan APBD murni.

“Secepatnya akan kami perbaiki. Sebelumnya juga sekolah ini pernah mendapat bantuan perbaikan,” kata Dikdik di lokasi kejadian.

Kontributor:    Iqbal Salim
Editor:    Sulaeman