Tak Ada Jembatan, Warga dan Pelajar Seberangi Sungai Gunakan Rakit

PARA pelajar di dua desa di dua kecamatan setiap hari menyeberangi aliran sungai menggunakan rakit. Magnet Indonesia Online/Iqbal Salim

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Aktivitas pelajar dan masyarakat Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran dan Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, tersendat tidak ada jembatan penghubung. Setiap hari mereka harus menyeberangi Sungai Cikaso sepanjang 100 meter menggunakan rakit.

“Setiap hari kami seperti ini (menyeberangi sungai menggunakan rakit). Ini jalan terdekat,” kata Jepri (33), warga Kampung Ciputat, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Rabu (29/8/2018).

Meskipun setiap hari menyeberangi sungai, tetapi Jepri mengaku selalu saja ada rasa was-was. Pasalnya, bisa jadi aliran sungai menjadi besar. Jika musim hujan, volume air bisa naik hingga 8 meter.

“Kalau harus melalui jalan lain, jaraknya bisa mencapai 30 kilometer,” jelasnya.

Kepala Desa Sirnasari, Bambang Gunawan, mengatakan Desa Sirnasari berada cukup jauh dari pusat pemerintahan. Aktivitas warga banyak melalui Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya.

“Tapi kalau musim hujan kondisinya membahayakan. Kami harapkan pemerintah bisa membangun jembatan,” kata dia.

Kepala Desa Neglasari, Lili Rahman, mengeluhkan kondisi itu. Pendidikan siswa di wilayah itu cukup terhambat. Apalagi kalau turun hujan.

“Biasanya kalau hujan mereka libur sekolah,” ujarnya.

Camat Purabaya, Dadang Ramdani, mengharapkan pemerintah segera membangun jembatan penghubung dua desa di dua kecamatan.

“Mudah-mudahan ada celah bantuan, baik dari pemerintah daerah maupun perusahaan,” tandasnya.

Kontributor:   Iqbal Salim
Editor:   Hafiz Nurachman