Nah Lho! Semen Jawa Didemo Ratusan Buruh

AKSI unjuk rasa ratusan buruh tergabung dalam F-Hukatan KSBI di pabrik Semen Jawa menuntut deportasi tenaga kerja asing yang menjabat posisi tertentu. Magnet Indonesia Online/Fajar Sidik

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Pabrik PT Siam Cement Group (Semen Jawa) di Jalan Pelabuhan II, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, ‘dikepung’ buruh. Mereka adalah para pekerja yang tergabung dalam Federasi Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F-Hukatan KSBSI).

Aksi demonstrasi ratusan buruh itu menuntut pendeportasian tenaga kerja asing yang menduduki jabatan yang tak diperbolehkan.

“Kami datang ke sini menolak adanya ikut campur warga asing dalam hubungan industrial. Masalah cuti dan sakit bukan kewenangan TKA, tapi ternyata ini dilakukan,” kata Ketua F Hukatan KSBSI, Nendar Supriatna, Selasa (7/8/2018).

Tumpang-tindih jabatan TKA itu dinilai Nendar mengindikasikan adanya pelanggaran Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 40/2012. Dalam ketentuan itu disebutkan, TKA tak diperbolehkan menduduki jabatan tertentu.

“Ini tidak sesuai job desk. Yang dilapokan ke Disnakertrans ternyata berbeda. Di sini terdapat TKA yang menduduki jabatan HRD (Humas Resources Departement). Ini yang kami tuntut agar dideportasi,” ujarnya.

Selain itu, buruh juga mempertanyakan PHK sepihak yang dilakukan perusahaan rekanan PT Semen Jawa terhadap buruh. Pun soal premi BJPS yang tak dibayarkan pihak perusahaan. Akibatnya, buruh tak bisa memanfaatkan BPJS.

“BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan tidak dibayar pihak rekanan SCG (Semen Jawa) yang membuat kami kesulitan berobat. Makanya sebelum demo kami sempat menyegel kantor perusahaan rekanan SCG,” ucapnya.

Sebelumnya juga F-Hukatan KSBSI sempat melaporkan perusahaan rekanan SCG terkait tidak membayarkan BPJS para buruh ke kepolisian. Namun laporan sempat dicabut lantaran ada kesepakatan.

“Sempat ada kesepakatan untuk pembayaran BPJS buruh oleh perusahaan rekanan pada 25 Mei lalu. Namun sampai Agustus ini belum juga dibayarkan,” ungkapnya.

Apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, maka para buruh mengancam akan mogok kerja selama 24 jam. Bahkan tak menutup kemungkinan hingga dalam waktu lama.

“Kami ingin bertemu secara langsung dengan Presiden Direktur PT Semen Jawa. Kami tidak ingin bertemu dengan pihak HRD. Kami akan tetap berada di sini sampai pimpinan perusahaan menemui,” pungkasnya.

Reporter:   Fajar Sidik
Editor:   Bondan Prakoso