KLHK Bidik Pantai Palangpang Jadi Prioritas Penanganan Sampah

RAPAT koordinasi antara Direktorat Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3 KLHK dengan Penkab Sukabumi terkait pengelolaan sampah di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, Selasa (28/8/2018). Magnet Indonesia Online/Viktor Sihar

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen PSLB3 KLHK), memastikan penanganan sampah di Pantai Palangpang, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, jadi skala prioritas.

“Salah satu pekerjaan terberat di kawasan wisata itu adalah masalah sampah. Karena itu, kami akan turut serta mengurus persoalan sampah utamanya di kawasan geopark. Sebab, objek wisata geopark merupakan destinasi kelas internasional di Indonesia,” kata Kasubdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3 KLHK, Ujang Solihin Sidik, seusai rapat koordinasi pengelolaan sampah di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark dengan Pemkab Sukabumi, Selasa (28/8/2018).

Ia menilai, sampah di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark masuk dalam kategori mengkhawatirkan jika musim libur tiba. Hal itu beda dengan kondisi lingkungan pada hari-hari biasa.

“Tapi sekarang masyarakat di sana sudah ada perubahan. Mereka sangat peduli terhadap lingkungannya. Namun rangkaian persiapan penanganan sampah ini cukup panjang, dibutuhkan waktu dua tahun ke depan,” bebernya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Abdul Kodir, mengatakan rakor dilakukan sebagai tindak lanjut kunjungan lapangan dan pertemuan dengan tim KLHK terkait pengelolaan sampah di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark khususnya di Pantai Palangpang, Kecamatan Ciemas.

“Saat tim berkunjung ke geopark, menemukan sampah berserakan di kawasan wisata. Respons KLHK cukup bagus, sehingga penanganan sampah di Pantai Palangpang jadi program prioritas,” ungkapnya.

Menurut Kodir, KLHK telah membentuk dua tim antara lain mengurus masalah persampahan dan pemeriksaan kualitas air sungai. Kerja sama KLHK dengan DLH ini dapat menghasilkan solusi terbaik dalam penanganan lingkungan.

“Semua OPD terkait juga ikut dalam kegiatan ini. Sebagus apapun destinasi wisata kita kalau sampahnya tidak ditangani secara berkelanjutan maka akan mengurangi nilai estetika,” tandasnya. (adv)

Reporter:   Viktor Sihar
Editor:   Bardal