Keluarga TKI yang Alami Kecelakaan Kerja Datangi DPC Astakira P Lagi

KELUARGA Iman Safaat kembali mendatangi kantor DPC Astakira P di Kecamatan Bojongpicung menanyakan kelanjutan pemulangan keluarga mereka. Magnet Indonesia Online/M Najib

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Nasib Iman Safaat (30), pekerja migran yang menderita kecelakaan di tempat kerjanya di Al-Ahsa, Arab Saudi, belum ada kejelasan pulang ke kediamannya di Kampung Cibaros, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.

Pihak keluarga sempat mengadukan nasib pekerja migran itu ke kantor DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaharuan (Astakira P) di Kecamatan Bojongpicung, beberapa hari lalu.

Rabu (8/8/2018), keluarganya kembali datang ke kantor DPC Astakira P. Pihak keluarga was-was dengan kondisi Iman. Apalagi pascakecelakaan kerja 21 Juli lalu, kondisinya memprihatinkan. Tangan kanannya nyaris putus karena terjepit mesin saat bekerja.

“Saya khawatir dengan kondisi bapak di sana. Setiap hari selalu memberi kabar karena tangannya makin hari makin membusuk,” ujar Reza Sapta Pauzi, anak kandung Iman, di kantor DPC Astakira P.

Setiap hari Reza mengaku gelisah memikirkan orangtuanya karena kabar yang diterima tak mengenakkan. Apalagi jarak dari tempat bapaknya tinggal ke rumah sakit cukup jauh.

“Bapak saya harus jalan kaki sekitar 1 km ke rumah sakit,” kata dia.

Karnamah (62), ibu kandung Iman Safaat, mengaku belum tenang memikirkan nasib anaknya. Ia menaruh harapan besar anaknya bisa kembali pulang melalui bantuan dari DPC Astakira P.

“Kami datang ke sini kedua kalinya,” ucapnya.

Ketua DPC Astakira P Kabupaten Cianjur, Ali Hildan, mengaku sudah menindaklanjuti laporan itu ke BNP2TKI. Saat ini Iman sudah berada dalam penanganan KBRI.

“Kami mendapat kabar dari KBRI, Iman Safaat sudah ditangani. Tapi gaji dan asuransinya belum dibayar majikan,” jelasnya.

Ali mengaku terus mendorong pihak berkompeten agar segera memulangkan Iman Safaat beserta haknya. Jika dalam sepekan ini belum juga dipulangkan, maka Astakira P Cianjur akan langsung mendatangi Kementerian Luar Negeri bersama keluarga pekerja migran yang bersangkutan.

“Kami akan berangkat ke Jakarta,” tandasnya.

ReporterM Najib
EditorBondan Prakoso